Kamis, 03 Juli 2014

KHUTBAH. HARI PENDIDIKAN NASIONAL

الخطبة الأولى
الحمد لله , الحمد لله الذى خلق الإنسان فى أحسن تقويم  و جعل رسوله محمداً  أشرف المخلوقين. أشهد ألاّ إله إلا الله وحده لا شريك له  و أشهد أن محمداً عبده و رسوله   لا  نبي بعده. اللهم صلّ  وسلّم على حبيبنا و شفيعنا محمداً  و على آله و أصحابه و من تبعه إلى يوم القيامة ،
فيَا عِبادَ الله  أوصينى نفسى و إياكم بتقوى الله  فقد فاز المتقون  و   قال تعالى فى كتابه الكريم و هو أصدق القائلين : أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
و قال تعالى فى آية أخرى : "  و قال لهُمْ نَبِيُّهُم إن الله قَدْ بَعَثَ لكُمْ  طالوتَ  ملكاً ، قالوا أنَّي يَكُوْنُ لهُ المكُ عليناَ و نحنُ أحقُّ بالملكِ منهُ و لم يُؤْتَ سعةً  من المالِ   ، قال إنَّ اللهََ  اصْطَفَاهُ  عليكُمْ  و زاده بَسْطَةً  فى العلمِ  والجسْمِ   ، و الله تُؤْتىِ مُلْكَهُ  من  يشاءُ ،  و اللهُ  واسعٌ عليمٌ ( البقرة : 247 ) ،،  أما بعد.

Sidang jum'at yang dirahmati Allah,
Pada kesempatan yang baik ini , khotib berwasiat untuk diri khotib sendiri dan juga kepada kaum muslimin semua untuk senantiasa meningkatkan kualitas taqwanya kepada Allah, karena hanya kualitas ketaqwaan kitalah yang bisa menyelamatkan kita dari sengatan api neraka di hari kiamat kelak.
Sholawat dan salam kita limpahkan kepada junjungan nabi besar Muhammad S.A.W , semoga kita termasuk kedalam orang – orang yang mendapat syafaatnya kelak di hari kemudian.

Sidang jum'at yang di rahmati Allah
120 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 2 Mei adalah hari kelahiran tokoh Pendidikan nasional  kita yaitu Ki Hajar Dewantara yang bernama asli " Raden Mas Soewardi Soerjoningrat ". Beliau dilahirkan di kota Yogjarkata pada tahu 1889. Hari kelahiran beliau di tetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai hari pendidikan Nasional
Jika kita bicara tentang hari Pendidikan Nasional di Indonesia , maka pembicaraan kita tidak akan lepas dari  Ajaran beliau yaitu " ING NGARSO SUNG TULODO , ING MADYO MANGUN KARSO , TUT WURI HANDAYANI "
Menurut Ki Hajar Dewantara , maka  seorang pendidik harus mampu menjadi teladan , di tengah – tengah anak didiknya , harus mampu membangun semangat jika berada ditengah tengah anak didik , serta mampu memberi dorongan ketika berada di balik layer atau  di belakang
Jadi secara tersirat seorang pendidik yang baik adalah disamping menjadi suri tauladan atau panutan bagi peserta didik, juga harus mampu menggugah semangat dan memberikan dorongan moral dari belakang agar peserta didik  dalam melaksanakan tugasnya dalam belajar penuh dengan ketulusan dan bukan paksaan

Sidang jum'at yang di rahmati Allah
Mendidik bukanlah hanya sekedar menyampaikan ilmu atau yang sering di sebut transfer of knowledge saja , tapi mendidik adalah sebuah proses menggali potensi yang ada pada anak didik dengan menerapkan cara yang tepat untuk mengenalkan sifat – sifat terbaiknya kepada dunia , serta mengajari mereka keberanian untuk menghadapi kesulitan, inilah inti gagasan pendidikan yang mencerdaskan anak. Berarti mendidik bukanlah dengan cara mengabulkan semua keinginan anak.

Jika ada sebagian orang tua anak didik yang hanya mementingkan kemampuan kognitif semata, dan akan menghakimi anak yang secara kognitif kurang beruntung , dengan kata – kata yang kurang pantas, seperti bodoh , dungu dan sebagainya, maka orang tua tersebut haruslah perlu diingatkan , bahwa kecerdasan anak dan potensi anak itu bukan hanya terletak pada kemampuan kognitif semata. Jika ukurannya hanya kognitif semata , maka itu hanyalah bentuk pengajaran semata.

Ki Hadjar Dewantara membedakan antara  sistem “Pengajaran” dan “Pendidikan”.  Menurutnya pengajaran bersifat memerdekakan manusia dari aspek hidup lahiriah (seperti kemiskinan dan kebodohan). Sedangkan pendidikan lebih memerdekakan manusia dari aspek hidup batin (otonomi berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas demokratik). Artinya  sistem pendidikan itu harus mampu menjadikan setiap individu hidup mandiri dan berani berpikir sendiri. Untuk menjadikan manusia yang mampu meng aktualisasikan dirinya ,

maka pendidikan tidak boleh terpisah – pisah antara pendidikan jasmani , rohani , pendidikan intelektual dan lain sebagainya. Sifat umum pendidikan yang  beliau canangkan adalah segala daya-upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran, (intelect), dan tubuh anak. Sehingga kehidupan dan penghidupan anak-anak didik selaras dengan dunia-nya

Kalau selama ini pendidikan  hanya dimengerti sebatas pembentukan intektual, sementara pembentukan budi pekerti hanya sebatas kata-kata belaka. Maka perlulah kita kembali melihat tujuan pendidikan yang sebenarnya. Menurut Ki Hajar Dewantara ;  tujuan pendidikan adalah “penguasaan diri” sebab di sinilah pendidikan memanusiawikan manusia atau menjadikan manusia/peserta didik kian beradab dan memiliki keadaban (humanisasi) Penguasaan diri merupakan langkah yang harus dituju untuk tercapainya pendidikan yang memanusiawikan manusia. Ketika setiap peserta didik mampu menguasai dirinya, mereka akan mampu juga menentukan sikapnya. Dengan demikian akan tumbuh sikap yang mandiri dan dewasa.

Hadirin sedang jum'at yang di rahmati Alah
Tadi di bahas bahwa ada perbedaan antara pendidikan dan pengajaran, seperti apa yang telah dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara, tapi bukan berarti menomor duakan pengajaran  dari pendidikan. Sama sekali tidak.
Pengajaran dan pendidikan adalah dua hal yang saling melengkapi. Pengajaran membentuk peserta didik berpikir secara intelektual dan empiris. Sementara pendidikan adalah mendidik peserta didik untuk menjadi manusia yang mampu mandiri baik itu secara intelektual maupun secara moral. Kedua hal ini tidak dapat diabaikan salah satunya. Tetapi pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang membentuk manusia

Sidang jum'at yang dirahmati oleh Allah .
Pada minggu ini , Negara kita disibukkan oleh hajat Negara , hajat nasional , yaitu pemilihan legislative atau pemilihan anggota Dewan , dan sebebntar lagi juga akan ada pemilihan presiden. Disamping itu , ada hajat lain lagi , yaitu Ujian Nasional untuk tingkat Sekolah Menengah pertama dan Menengah atas , serta sebentar lagi untuk tingkat Dasar.
Para peserta didik sangat tertekan dengan Ujian tersebut , karena ini adalah merupakan terminal bagi mereka untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan jika tidak lulus , maka mereka pasti akan mengulang lagi.
Pada ujian ini , seperti yang sudah kita ketahui , lulus dan tidak nya peserta didik hanya di tentukan oleh mampu atau tidak nya anak tersebut mengerjakan soal soal pada materi BAHASA INDONESIA , BAHASA INGGRIS ,MATEMATIKA , FISIKA , KIMIA BIOLOGI , EKONOMI , SOSIOLOGI , GEOGRAFI . JIKA SALAH SATU DARI MATERI TERSEBUT TIDAK LULUS , MAKA PRAKTIS DIA JUGA TIDAK LULUS , WALALUPUN PELAJARAN YANG LAINNYA LULUS.  Maka pada sisi ini , pemerintah seolah olah tidak memperhatikan aspek lain , seperti ktrampilan dan moral anak.

Sidang jum'at yang dirahmati Allah,
Jika kita simak , pada pemilu legislative kemarin , maka kita sangat prihatin dengan kasus – kasus yang terjadi , seperti setress karena kalah pemilu , gila , meniggal dunia dan ada yang tidak siap kalah dalam pertarungan , sehingga mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri..
INIKAH CERMIN DARI HASIL PENDIDIKAN DI INDONESIA SELAMA INI, WAALLAHU A'LAM BISHOWAAB.


أعوذ بالله من الشيطان الرجيم :
و قال لهُمْ نَبِيُّهُم إن الله قَدْ بَعَثَ لكُمْ  طالوتَ  ملكاً ، قالوا أنَّي يَكُوْنُ لهُ المكُ عليناَ و نحنُ أحقُّ بالملكِ منهُ و لم يُؤْتَ سعةً  من المالِ   ، قال إنَّ اللهََ  اصْطَفَاهُ  عليكُمْ  و زاده بَسْطَةً  فى العلمِ  والجسْمِ   ، و الله تُؤْتىِ مُلْكَهُ  من  يشاءُ ،  و اللهُ  واسعٌ عليمٌ ( البقرة : 247 )

بارك الله لكم فى القرآن العظيم و نفعنى و إياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم و تقبل منى و منكم تلاوته  إنه هو السميع العليم.









الخطبة الثانية
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا}
اإعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
 اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عباد الله , إن الله يأمر بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربي و ينهي عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون , فاذكروا الله العظيم يذكركم و اسألوا من فضله يعطكم و لذكر الله الأكبر , اقم الصلاة !




Tidak ada komentar:

Posting Komentar