DUA DASAR
KEMAKSIATAN
الحمد لله الذي خلق الإنسان فى أحسن التكويم ،
و خلق كل شيء تقديرا ،
أشهد ألاّ إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمداً عبده و رسوله لا
نبي بعده.
اللهم صلّ
وسلّم على حبيبنا و شفيعنا محمد صلى الله عليه و سلم و على آله و أصحابه و من تبعه إلى يوم القيامة
فيَا عِبادَ الله أوصينى نفسى و إياكم بتقوى الله فقد فاز المتقون و قال
تعالى فى كتابه الكريم و هو أصدق القائلين : يا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا
اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
و قال
تعالى فى آية أخرى : وَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ
وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ
فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
اما بعد .
Hadirin sidang jumát yang di rahmati Allah,
Marilah kita bersama – sama bersyukur kepada Allah SWT.
Karena pada hari ini kita masih di beri kenikmatan , khususnya nikmat sehat dan
nikmat Iman dan
nikmat Islam.
Sholawat dan salam selalu kita curahkan kepada pemberi
syafaat kita , manusia termulia di dunia , yaitu nabi kita Muhammad Rasulullah
SAW.
Selanjutnya , khotib
berwasiat kepada diri khotib sendiri dan juga kepada para jamaáh sekalian untuk
selalu bertaqwa kepada Allah dengan melaksanakan perintah – perintah Allah dan
menjauhi segala larangannya.
Sidang jumát yang di rahmati Allah, Allah berfirman dalam
surat al- Baqorah :
وَقُلْنَا
يَٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ
شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Artinya : Dan Kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh
kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi
baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang
menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.( al- Baqoroh : 35 )
Ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa nabi Adam Alaihis
salam beserta istrinya adalah penghuni
surga. Sebagaimana kita ketahui dari hadits nabi Muhammad , bahwasannya
kehidupan di surga itu sangat ni’mat dan tidak bisa di bayangkan, sebab belum
pernah ada yang melihat dan mendengarkannya.
Sidang jumát yang di
rahmati Allah.
Pada saat nabi Adam yang merupakan bapak dari seluruh manusia
di muka bumi ini sedang meni’mati kehidupan di surga, ternyata ada makhluq
Allah yang lain yang tidak suka dengan
Adam dan menggodanya untuk melanggar larangan Allah yang sebelumnya sudah
ditaati oleh Adam dan Hawa. Makhluq tersebut tidak lain adalah Iblis. Maka
Iblis dengan kesombongan dan kelicikannya mulai menggoda Adam. Bahkan Iblis
berani bersumpah kepada Adam bahwa dia adalah penasihat bagi keduanya. Sebagai
mana yang di kisahkan dalam al- qurán :surat al- a’raf : 21
وَقَاسَمَهُمَآ
إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ
Artinya : Dan dia (syaitan) bersumpah kepada
keduanya. "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat
kepada kamu berdua",
Pada akhirnya Iblis berhasil menggoda Adam , maka Adam dan
Hawa memakan buah Khuldi yang sebelumnya telah di larang oleh Allah. Dan
sebagai hukumannya , Adam dan Hawa di turunkan ke muka bumi dan tidak lagi
tinggal di surga, sebagaimana di kisahkan di dalam al- Qurán dalam surat al-
Baqorah : 36 ;
فَأَزَلَّهُمَا
ٱلشَّيْطَٰنُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا ٱهْبِطُوا۟
بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ
إِلَىٰ حِينٍ
Artinya : Lalu
keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan
semula dan Kami berfirman: "Turunlah kamu! sebagian kamu menjadi musuh
bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup
sampai waktu yang ditentukan".
Sidang jumát yang di rahmati Allah.
Jika kita simak
pada penuturan di atas , maka kita akan mendapati bahwa baik Adam maupun Iblis
, maka kedua-duanya melakukan kemaksiatan kepada Allah . tetapi yang perlu kita
cermati adalah dasar kemaksiatan keduanya. Dasar kemaksiatan yang dilakukan
oleh Adam AS. Adalah hawa nafsu , sedangkan kemaksiatan yang di lakukan Iblis
dasarnya adalah kesombongan.
Sufyan Ats-Tsaury pernah berkata sebagai
berikut.
من كل معصية عن شهوة فإنه يرجى غفرانه وكل معصية عن كبر لا يرجى
غفرانه ، لأن معصية إبليس كان أصلها من الكبر وزلة سيدنا آدم كان أصلها الشهوة
“Setiap perbuatan maksiat
yang muncul akibat dorongan hawa nafsu, itu masih dapat diharapkan ampunannya
(dari Allah). Sedangkan setiap kedurhakaan yang muncul karena adanya rasa
kesombongan, maka jangan diharapkan ampunannya. Karena kedurhakaan iblis itu
timbul dari adanya sifat kesombongan,sedangkan kesalahan Adam adalah karena
memperturutkan hawa nafsu atau syahwat.”
Sidang jumát yang di
rahmati Allah.
Ada sebuah pertanyaan
dari beberapa orang yang berhubungan dengan kemaksiatan tersebut, apakah jika
Allah tidak memberikan ampunan kepada Iblis karena kemaksiatan tersebut ,
berarti Allah tidak maha pengampun ? atau Allah hanya memberikan ampunan kepada
Adam AS. Berarti Allah berbuat pilih kasih dan tidak adil ?
Untuk menjawab pertanyaan
tersebut , kita harus memilah – milah perilaku antara Adam dan Iblis. Dalam
menyikapi perbuatan yang telah mereka lakukan.
Marilah kita simak
perbedaan perilaku keduanya setelah mereka melakukan kemaksiatan kepada Allah.
|
kemaksiat
Adam dasarnya adalah :
|
kemaksiatan
Iblis dasarnya adalah :
|
|
1.
Melanggar
larangan
2.
Karena
hawa nafsu
3.
Adam
bertaubat dan mengakui kesalahannya
|
1.
Meninggalkan
perintah
2.
Karena
kesombongan
3.
Iblis
membangkang , sombong dan berjanji akan menyesatkan ummat manusia semua
|
Sidang jumát yang dirahmati Allah,
Allah telah memaparkan perbedaan mereka dalam
al- Qurán . Keadaan Adam setelah berbuat kemaksiatan kepada Allah adalah sebagai
berikut :
فَتَلَقَّىٰٓ ءَادَمُ مِن رَّبِّهِۦ كَلِمَٰتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ ﴿البقرة : 37)
Artinya : Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari
Tuhannya, lalu Dia pun menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Penerima tobat,
Maha Penyayang.
Selanjutnya , nabi Adam AS. Dengan sepenuh hati mengakui
kesalahaannya dan bertaubat kepada Allah .
قَالا
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ ( الأعراف/ 23)
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami,
kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan
memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
Sedangkan Keadaan Iblis setelah bermaksiat kepada Allah
seperti yag telah di paparkan dalam al- Qurán adalah sebagai berikut :
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا
لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ
الْكَافِرِينَ ) البقرة/ 34.
Dan (ingatlah)
ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kamu kepada
Adam!" Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan
diri, dan ia termasuk golongan yang kafir.
Iblis setelah
menolak untuk melaksanakan perintah Allah, yaitu perintah untuk bersujud kepada
Adam AS., bukan bertaubat kepada Allah , akan tetapi dengan kesombongannya ,
malah berniat untuk menyesatkan manusia semuanya, seperti yang di tuturkan
dalam al- Qurán sebagai berikut :
قَالَ رَبِّ
بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ
أَجْمَعِينَ ) الحِجر/ 39 .
Ia (Iblis) berkata, "Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan
bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka (
manusia ) di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,
Hadirin sidang jumát yang di rahmati Allah.
Khotib memaparkan perbedaan dasar perbuatan maksiat dan dosa
dari kesombongan dan Hawa nafsu , bukan berarti agar kita melanggar untuk
berbuat dosa atas dasar hawa nafsu , akan tetapi mengingatkan bahwa masih ada
kesempatan untuk bertaubat agar kita khusnul khotimah ketika nanti menghadap
Sang Kholiq. Karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas segala kesalahan.
بارك الله لكم فى
القرآن العظيم و نفعنى و إياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم و تقبل منى و
منكم تلاوته إنه هو السميع العليم.
KHUTBAH
KEDUA
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ
إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لا نبي بعده.
قَالَ تَعَالَى:
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ
تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Sidang jumát yang di rahmati Allah.
Marilah
kita menjaga diri kita dan keluarga kita agar terhindar dari sifat – sifat yang
tercela , seperti kesombongan ,hasad, iri , dengki . dan jika kita telah melakukan
kesalahan atau kemaksiatan dan kita mengetahui serta menyadarinya , maka hendaknya kita mengakui kesalahan
tersebut dengan hati yang tulus dan bertaubat, sebab mengakui kesalahan itu
adalah pintu menuju sebuah perbaikan diri.
اإعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيجنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ،. وَبَارِكْ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِسيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ
اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ
أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً
وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ.
اللهم سلمنا من آفات الدنيا و عذاب الآخرة و من فتنتهما و
بليتهما و فضيحتهما إنك على كل شيئ قدير
اللهم أكرمنا بنور الفهم و افتح لنا أبواب رحمتك و انصر
علينا حكمتك يا أرحم الراحمين
. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ
أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ
عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
عباد الله , إن الله يأمر بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربي و ينهي عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون . و لذكر الله أكبر . أقيموا الصلاة!
عباد الله , إن الله يأمر بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربي و ينهي عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون . و لذكر الله أكبر . أقيموا الصلاة!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar