KHUTBAH PERTAMA:
إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يا أيها الناس إن خلقناكم من ذكر و أنثي و جعلناكم شعوبا و قبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم إن الله عليم خبير ( الحجرات : 13 )
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …
عباد الله ، فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ
Jama’ah Jum’at yang Dirahmati Allah
Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda sebagaia berikut :
وَشَرُّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
.
“Perkara yang paling buruk adalah ajaran-ajaran baru (dalam Agama) yang dibuat-buat, setiap ajaran baru yang dibuat-buat adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan adalah di neraka.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa`i dan Ibnu Majah).
Bid’ah diambil dari Kata bada’a menunjukkan arti penciptaan sesuatu yang baru yang tidak ada permisalan sebelumnya,
Jika dikatakan, “Si Fulan membuat perkara yang baru (bid’ah).” Maka berarti ia membuat suatu tatanan (cara) yang tidak dibuat oleh orang sebelumnya. Atau kalimat, “Ini adalah perkara yang mengagumkan.” Sebuah ungkapan yang ditujukan untuk sesuatu yang paling baik, yang tidak ada yang lebih baik darinya dan seakan-akan sebelumnya pun tidak ada yang sepertinya atau yang serupa dengannya.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa semua perkara baru dinamakan bid’ah, mengeluarkannya untuk dijadikan tingkah laku (perbuatan) yang bersandar padanya dinamakan perbuatan bid’ah, dan bentuk dari perbuatan tersebut dinamakan bid’ah. Bahkan keilmuan yang dibentuk dari teori dan sisi tersebut dinamakan bid’ah.
Hadirin sidang jumát yang dirahmati Allah.
Timbul sebuah pertanyaan , apakah semua yang ada sekarang , dari kebiasaan , adat istiadat serta hal – hal baru yag belum ada pada zaman Rasulullah , juga dinamakan bidáh , yang berarti hal – hal tersebut ada dalam kesesatan , dan sebagai akibatnya akan berada di dalam neraka ? hal ini merujuk kepada hadits tersebut di atas .
Dalam hal ini Khatib ingin mengutib pendapat ulama yang berbunyi sebagai berikut :
البدعة فى العبادة لا فى العادة
Bidáh itu adanya dalam ibadah bukan dalam adat kebiasaan.
Kebiasaan yang dalam bahasa arab disebut العادة أو العرف , dalam pengertiannya , maka kebiasaan dibagi menjadi dua : yaitu kebiasaan yang baik dan kebiasaan yang rusak atau fasid.
Apa itu adat kebiasan yang baik ?, adat kebiasaan yang baik adalah adat kebiasaan yang sesuai dengan ruh syariát Islam atau aturan syari’at .
Banyak sekali adat kebiasaan yang cocok dengan syariát , seperti memakai kopyah hitam , memberi hadiah kepada perempuan yang di pinang , merayakan Isra’dan mi’raj nabi Muhammad , memperingati maulid Nabi dsb. Hal – hal yang disebutkan tadi adalah ينطبق بالشريعة sesuai dengan syariát.
Dikatakan sesuai dengan syari’at , Sebab , kalau kita lihat , dalam maulid nabi ,umpamanya , maka ada pembacaan al- qurán , ada pembacaan sholawatnya , ada ta’lim nya , ada shodaqohnya , dan hal – hal ini adalah hal – hal yang tidak di larang oleh syariát , sehingga , sah – sah saja bagi siapa saja yang ingin mengadakan perayaan maulid Nabi Muhammad.
Hadirin sidang jumát yang di rahmati Allah.
Ada baiknya kalau kita menyimak fatwa syeh Yusuf Qordowi yang membolehkan perayaan Maulid nabi. Beliau mengatakan sebagai berikut : memperingati kelahiran Rasulullah saw adalah mengingatkan umat Islam terhadap nikmat luar biasa kepada mereka. "Mengingat nikmat Allah adalah sesuatu yang disyariatkan, terpuji dan memang diperintahkan. Allah swt memerintahkan kita untuk mengingat nikmat Allah swt, " ujar Qaradhawi.
Adapun adat kebiasaan yang tidak baik atau yang rusak , maka sangat mudah kita jumpai dan sangat banyak. Seperti ; berjudi , minum khamr , riba , dan banyak sekali perilaku manusia yang juga merupakan kebiasaan rusak , seperti ; tukar cincin dalam pinangan , berpakaian yang membuka aurat , dsb. Maka yang sedemikian itu adalah bidáh dan dilarang oleh syariát. Dan inilah bidáh dholalah .
Adapun dalam ibadah , maka kita tidak boleh menyimpang dari apa yang telah di ajarkan oleh Rasulullah, dalam sholat maka Rasulullah bersabda :
صلوا كما رأيتموني أصلى
Sholatlah kalian sebagimana saya melaksanakan Sholat.
Dalam ibadah haji , maka Rasulullah bersabda :
خذوا عني مناسككم
Ambillah dari saya hal – hal yang berhubungan dengan ibadah ( haji ) kalian
Kenapa demikian , sebab الأصل فى العبادة التحريمdalam Ibadah maka aslinya adalah haram untuk di kerjakan , kecuali yang diajarkan dan di syari’atkan oleh Allah atau Rasulullah.
فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لى و لكم و لسائر المسليمن و المسلمات فاستغفروه إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah yang kedua
إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
اللهم صلى على سيدنا محمد و على آله و أصحابه و من تبعه بإحسان إلى يوم الدين أما بعد
أوصيني نفسي و إياكم بتقو الله و طاعته فقد فاز المتقون
قال تعالى فى كتابه الكريم : اتقوا الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلمون.
Jama’ah Jum’at yang Dirahmati Allah
Kita di ciptakan Allah dalam keadaan berbangsa – bangsa dan bersuku-suku , untuk saling mengenal , untuk saling menghargai , untuk saling menghormati dan saling bantu membantu dalam kebaikan , bukan untuk saling melecehkan , bukan untuk saling menghina , bukan untuk saling menyerang dan bukan pula untuk merendahkan atau di rendahkan , sebab belum kita yang merasa paling benar dalam ibadahnya , pasti akan di terima oleh Allah dan pasti masuk surga , karena yang punya hak prerogative untuk menerima atau menolak ibadah kita hanya Allah semata.
Sidang jum’at yang dirahmati Allah , ada baiknya kalau kita menyimak firman Allah sebagai berikut :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُوْنُوْا خَيْرًا مِنْهُمْ وَ لاَ نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَ لا تَلْمِزُوْا أَنْفُسَكُمْ وَ لاَ تَنَابَزُوا بِالأَلْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإِيمَانِ وَ مَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lainnya, boleh jadi yang diolok-olok lebih baik daripada yang mengolok-olok, dan janganlah kaum wanita mengolok-olok wanita yang lainnya, boleh jadi wanita yang diolok-olok lebih baik daripada wanita yang mengolok-olok, jangan pula mencela diri sendiri, dan janganlah memanggil dengan julukan-julukan ( yang jelek ), sejelek-jelek nama adalah kefasiqan setelah iman, barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” ( Qs. Al-Hujurot : 11 )
إن الله و ملائكته يصلون على النبى ، يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالمَينَ.
عباد الله ، إن الله يأمر بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربى و ينهي عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون.
أقيموا الصلاة
Jumat, 02 Maret 2012
Langganan:
Postingan (Atom)