Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. ( al-Baqarah : 17 )
( maksudnya ; Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.)
Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. mereka tuli, bisu dan buta, Maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.( al- Baqarah : 171 )
(maksudnya ; Dalam ayat ini orang kafir disamakan dengan binatang yang tidak mengerti arti panggilan penggembalanya.)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.( al- Baqarah : 214 )
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.( al- Baqarah : 261 )
( Maksudnya : Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir( al- Baqarah : 264)
( Maksudnya : Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.)
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat.( al- Baqarah : 265 )
Rabu, 11 Februari 2009
Perumpamaan dalam al Qur’an ( surat al- Baqarah )
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. ( al-Baqarah : 17 )
( maksudnya ; Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.)
Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. mereka tuli, bisu dan buta, Maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.( al- Baqarah : 171 )
(maksudnya ; Dalam ayat ini orang kafir disamakan dengan binatang yang tidak mengerti arti panggilan penggembalanya.)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.( al- Baqarah : 214 )
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.( al- Baqarah : 261 )
( Maksudnya : Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir( al- Baqarah : 264)
( Maksudnya : Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.)
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat.( al- Baqarah : 265 )
( maksudnya ; Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.)
Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. mereka tuli, bisu dan buta, Maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.( al- Baqarah : 171 )
(maksudnya ; Dalam ayat ini orang kafir disamakan dengan binatang yang tidak mengerti arti panggilan penggembalanya.)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.( al- Baqarah : 214 )
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.( al- Baqarah : 261 )
( Maksudnya : Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir( al- Baqarah : 264)
( Maksudnya : Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.)
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat.( al- Baqarah : 265 )
Perumpamaan dalam al Qur’an ( surat al- Baqarah )
Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api.Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. ( al-Baqarah : 17 )( maksudnya ; Orang-orang munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang dari Allah, karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka. Keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.)
Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. mereka tuli, bisu dan buta, Maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.( al- Baqarah : 171 )(maksudnya ; Dalam ayat ini orang kafir disamakan dengan binatang yang tidak mengerti arti panggilan penggembalanya.)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.( al- Baqarah : 214 )Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.( al- Baqarah : 261 )
( Maksudnya : Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir( al- Baqarah : 264)
( Maksudnya : Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.)
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat.( al- Baqarah : 265
Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. mereka tuli, bisu dan buta, Maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.( al- Baqarah : 171 )(maksudnya ; Dalam ayat ini orang kafir disamakan dengan binatang yang tidak mengerti arti panggilan penggembalanya.)
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat.( al- Baqarah : 214 )Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.( al- Baqarah : 261 )
( Maksudnya : Pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan Dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah Dia bersih (tidak bertanah). mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir( al- Baqarah : 264)
( Maksudnya : Mereka ini tidak mendapat manfaat di dunia dari usaha-usaha mereka dan tidak pula mendapat pahala di akhirat.)
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat.( al- Baqarah : 265
PERUMPAMAAN ORANG YANG BERILMU
Perumpamaan orang yang berilmu dan tidak mengamalkan ilmunya serta tidak mengajarkan kepada orang lain seperti seseorang yang diberi rizki oleh Allah dengan harta yang melimpah , dan menyimpannya dibawah tanah. Maka harta tersebut tidak memberi manfaat kepada dirinya sendiri , juga kepada orang lain . dan juga dia tidak bisa memanfaatkan hartanya tadi , lebih – lebih orang lain, sehingga harta tersebut menjadi bencana kepada yang empunya.
Perumpamaan orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya akan tetapi tidak mengajarkan kepada orang lain , seperti seseorang yang diberi rizki oleh Allah dengan harta yang banyak , sehingga dia bisa menikmatinya sepanjang siang dan malam hari , akan tetapi dia tidak berbelas kasihan kepada teapi , kerabat dan juga kepada kaum muslimin
Perumpamaan orang yang berilmu dan tidak mengamalkannya akan tetapi mengajarkannya kepada orang lain , seperti seseorang yang diberi rizki oleh Allah dengan harta yang banyak , maka setiap orang mengambilnya atau mencurinya , akan tetapi dia tidak memperhatikannya , dan harta tersebut tidak menafkahi kepada dirinya sendiri dan juga anggota keluarganya, sehingga anggota keluarganya mati dalam keadaan kelaparan dan telanjang, dan si empunya harta tersebut juga dalam kesengsaraan di tempat makan dan tempat minum , dan tidak mampu untuk untuk makan sedikitpun darinya untuk dirinay sendiri, atau memberi nafkah kepada keluarganya , sehingga dia menjadi orang yang merugi di dunia dan akhirat.
Dan juga perumpamaan orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkan ilmunya akan tetapi mengajarkan kepada orang lain untuk berbangga – bangga dan kecongkakan dan kesombongan keduniaan , seperti sebuah lampu yang menyinari kepada orang banyak akan tetapi membakar dirinya sendiri. Dan juga seperti orang yang menaruh lampu diatas permukaan , sehingga para pejalan bisa memanfaatkannya sedangkan dia didalam rumah yang gelap gulita tidak bisa memanfaatkannya , padahal dia sangat membutuhkannya
Dan perumpamaan orang yang menuntut ilmu yang banyak dan mengumpulkannya , dan tidak mengamalkannya , dan juga terlihat pengaruh ilmunya atas dirinya , sementara dia terus menerus menuntut ilmu dan mengumpulkan buku , dan juga tidak pernah puas dalam menuntut ilmu , seperti orang yang setiap hari dan setiap jam mengumpulkan berbagai macam makanan dan buah – buahan , dan berbagai macam minuman yang cepat rusak , sehingga dia tidak bisa makan darinya sedangkan dia dalam keadaan lapar dan haus yang sangat. Maka setiap hari sebenarnya dia hanya bisa makan segumpal atau sekepal makanan yang sudah kering dan busuk, sehingga dia hanya bisa melihat warna warni makanan yang tidak bisa menyenangkan dirinya , dan juga tidak menjadikan orang yang mengumpulkannya kenyang setiap hari sampai kematian menjemputnya , dan semua barangnya rusak , terus dibuang ,dan tidak akan ada seorangpun yang memakannya.
Perumpamaan orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya akan tetapi tidak mengajarkan kepada orang lain , seperti seseorang yang diberi rizki oleh Allah dengan harta yang banyak , sehingga dia bisa menikmatinya sepanjang siang dan malam hari , akan tetapi dia tidak berbelas kasihan kepada teapi , kerabat dan juga kepada kaum muslimin
Perumpamaan orang yang berilmu dan tidak mengamalkannya akan tetapi mengajarkannya kepada orang lain , seperti seseorang yang diberi rizki oleh Allah dengan harta yang banyak , maka setiap orang mengambilnya atau mencurinya , akan tetapi dia tidak memperhatikannya , dan harta tersebut tidak menafkahi kepada dirinya sendiri dan juga anggota keluarganya, sehingga anggota keluarganya mati dalam keadaan kelaparan dan telanjang, dan si empunya harta tersebut juga dalam kesengsaraan di tempat makan dan tempat minum , dan tidak mampu untuk untuk makan sedikitpun darinya untuk dirinay sendiri, atau memberi nafkah kepada keluarganya , sehingga dia menjadi orang yang merugi di dunia dan akhirat.
Dan juga perumpamaan orang yang berilmu tetapi tidak mengamalkan ilmunya akan tetapi mengajarkan kepada orang lain untuk berbangga – bangga dan kecongkakan dan kesombongan keduniaan , seperti sebuah lampu yang menyinari kepada orang banyak akan tetapi membakar dirinya sendiri. Dan juga seperti orang yang menaruh lampu diatas permukaan , sehingga para pejalan bisa memanfaatkannya sedangkan dia didalam rumah yang gelap gulita tidak bisa memanfaatkannya , padahal dia sangat membutuhkannya
Dan perumpamaan orang yang menuntut ilmu yang banyak dan mengumpulkannya , dan tidak mengamalkannya , dan juga terlihat pengaruh ilmunya atas dirinya , sementara dia terus menerus menuntut ilmu dan mengumpulkan buku , dan juga tidak pernah puas dalam menuntut ilmu , seperti orang yang setiap hari dan setiap jam mengumpulkan berbagai macam makanan dan buah – buahan , dan berbagai macam minuman yang cepat rusak , sehingga dia tidak bisa makan darinya sedangkan dia dalam keadaan lapar dan haus yang sangat. Maka setiap hari sebenarnya dia hanya bisa makan segumpal atau sekepal makanan yang sudah kering dan busuk, sehingga dia hanya bisa melihat warna warni makanan yang tidak bisa menyenangkan dirinya , dan juga tidak menjadikan orang yang mengumpulkannya kenyang setiap hari sampai kematian menjemputnya , dan semua barangnya rusak , terus dibuang ,dan tidak akan ada seorangpun yang memakannya.
Senin, 09 Februari 2009
DEMOKRASI ALA SANTRI
Bangsa Indonesia sekarang ini sedang menghadapi masa penantian pelaksanaan Pesta demokrasi yang terbesar di negeri ini.
Pesta ini melibatkan lebih kurang duaratus juta penduduk Indonesia , sebuah jumlah yang tidak sedikit dan juga tidak mudah untuk mengaturnya, disamping melibatkan beberapa partai peserta pemilu , ada yang pemain lama dan adapula yang pemain baru , sebut saja misalnya ; partai Hanura , dengan Wiranto nya , Partai Gerindra dengan Prabowo nya dan masih banyak lagi partai = partai yang saya bingung menyebutnya.
Ada banyak alasan kenapa orang beramai - ramai mendirikan partai ,ada yang mengatakan; tidak puas dengan kinerja pemerintahan yang sedang berlaku , ada juga yang mengatakan' untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun , ada pula yang mengatakan ingin mengajari masyarakat " bahwa berpartai itu juga tetap bisa berlaku jujur , dan tidak harus berlaku curang , dan masih banyak alasan lain , mungkin mencari duit , karena dengan berpartai itu akan dapat kucuran dana dari pemerintah , dan sebagainya.
Berkenaan dengan berpartai , pada malam senin , tepatnya tanggal 8 Februari 2009 , santri Darunnajah juga tengah mengadakan pesta demokrasi , yang juga saya menyebutnya dengan " demokrasi terpimpin " sebab dalam pelaksanaan , para santri tidak kita lepaskan seratus persen, akan tetapi masih ada campur tangan fihak pengasuh dalam hal menentukan siapa yang akan menjadi ketua OSDN , setelah melalui tahapan mencari the big ten , dan the big five.
jadi , setelah dipilih siapa yang layak masuk lima besar , maka pengasuh dan majelis guru yang memilih siapa yang akan menjadi ketua OSDN ( Organisasi Santri Darunnajah ). Hal ini dilakukan untuk menjaga , agar oknum anak yang tidak ingin kebaikan , bisa dihindari .
Maksud oknum yang tidak baik ini adalah , ada beberapa anak yang tidak menginginkan organisasi berjalan dengan baik , tanpa disiplin dan sebagainya.
Jika kita lihat , maka ada sepanduk yang menggambarkan Visi dan Misi mereka , jika mereka menjadi ketua OSDN , yang lengkap dengan foto dalam ukuran besar.
Wah Wah wah , ini sudah kaya pemilihan Presiden tingkat nasional saja , sebab ada Fit and Proper tes juga , yang menjadi panelisnya adalah dewan guru.
Saya cuma bisa berdoa , ketika menyaksikan acara tersebut , semoga anak - anak ini bisa mewarnai bangsa ini untuk menjadi bangsa yang lebih baik dan menjadi bangsa yang besar dimasa mendatang.
Yang juga menjadi acuan dalam mpemilihan ini adalah bahwa para candidate tersebut harus punya sifat , sidiq , amanah , tabligh dan fatonah.
Bravo OSDN , bravo anak - anak , moga jalanmu lurus di masa mendatang
Pesta ini melibatkan lebih kurang duaratus juta penduduk Indonesia , sebuah jumlah yang tidak sedikit dan juga tidak mudah untuk mengaturnya, disamping melibatkan beberapa partai peserta pemilu , ada yang pemain lama dan adapula yang pemain baru , sebut saja misalnya ; partai Hanura , dengan Wiranto nya , Partai Gerindra dengan Prabowo nya dan masih banyak lagi partai = partai yang saya bingung menyebutnya.
Ada banyak alasan kenapa orang beramai - ramai mendirikan partai ,ada yang mengatakan; tidak puas dengan kinerja pemerintahan yang sedang berlaku , ada juga yang mengatakan' untuk menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun , ada pula yang mengatakan ingin mengajari masyarakat " bahwa berpartai itu juga tetap bisa berlaku jujur , dan tidak harus berlaku curang , dan masih banyak alasan lain , mungkin mencari duit , karena dengan berpartai itu akan dapat kucuran dana dari pemerintah , dan sebagainya.
Berkenaan dengan berpartai , pada malam senin , tepatnya tanggal 8 Februari 2009 , santri Darunnajah juga tengah mengadakan pesta demokrasi , yang juga saya menyebutnya dengan " demokrasi terpimpin " sebab dalam pelaksanaan , para santri tidak kita lepaskan seratus persen, akan tetapi masih ada campur tangan fihak pengasuh dalam hal menentukan siapa yang akan menjadi ketua OSDN , setelah melalui tahapan mencari the big ten , dan the big five.
jadi , setelah dipilih siapa yang layak masuk lima besar , maka pengasuh dan majelis guru yang memilih siapa yang akan menjadi ketua OSDN ( Organisasi Santri Darunnajah ). Hal ini dilakukan untuk menjaga , agar oknum anak yang tidak ingin kebaikan , bisa dihindari .
Maksud oknum yang tidak baik ini adalah , ada beberapa anak yang tidak menginginkan organisasi berjalan dengan baik , tanpa disiplin dan sebagainya.
Jika kita lihat , maka ada sepanduk yang menggambarkan Visi dan Misi mereka , jika mereka menjadi ketua OSDN , yang lengkap dengan foto dalam ukuran besar.
Wah Wah wah , ini sudah kaya pemilihan Presiden tingkat nasional saja , sebab ada Fit and Proper tes juga , yang menjadi panelisnya adalah dewan guru.
Saya cuma bisa berdoa , ketika menyaksikan acara tersebut , semoga anak - anak ini bisa mewarnai bangsa ini untuk menjadi bangsa yang lebih baik dan menjadi bangsa yang besar dimasa mendatang.
Yang juga menjadi acuan dalam mpemilihan ini adalah bahwa para candidate tersebut harus punya sifat , sidiq , amanah , tabligh dan fatonah.
Bravo OSDN , bravo anak - anak , moga jalanmu lurus di masa mendatang
Langganan:
Postingan (Atom)