jumát , 23 Maret 2012. jam 20.30
Ayah dah bohong sama ibu, semalam foto siapa. ayah bilang ga tahu, padahal itu foto keluarganya Iin, di status ayah ibu baca obrolan ayah sama dia jam 1 siang bulan februari , berarti dah lama. ayah ga pernah bilang ke ibu , canttik , atau apalah , tapi lain sama dia, emang ibu buka foto dia , emang cantik . nyesel ibu ko cinta mati sama ayah , ternyata ayah ..... ga tahu sama ibu gimana , kenapa baru sekarang nyambung lagi , bikin ibu minder sama ayah.
malu- maluin ,, mina di sanjung , di bilang cantik sama suaminya kok maksa, maafin ibu yah yang ga ada di fikiran ibu kenyataan , katanya ayah ga bisa mengungkapkan dengan kata - kata ternyata sama dia enteng aja , sama banget dengan tulisan- tulisan ayah dl. ya Allah bodohnya saya.
mudah banget , sebentar - sebantar maaf, mau apa lagi kalu sudah maaf lagi, besok maaf lagi , sementara perasaan ibu ga usah di bahas, mungkin teguran sudah lama lewat anaknya , bohong melulu , ya Allah sia - sia hidup di dunia jika pura-pura terus.
Ibu selalu jujur sama ayah , sekarang orang yang ibu sangat banggakan , onn line sama mantan, saling penasaran keberadaannya, saling sanjung, hati ibu marah, apa salah atau cemburu yang keterlaluan ?
Ibu juga minta maaf yah , maunya ayah ga cerita sama ibu , mungkin takut seperti ini terjadi, tapi Allah yang kasih tahu ibu, sekali lagi maaf ibu ga ada hak nguasai perasaan ayah
Ibu mencintai dan menyayangi ayah dari sejak pertama kali melihat sampai saat ini belum berubah....insyaallah karena Allah taála dan hanya Allah yang tahu
==================================
ibu , ketahuilah , ayah juga sangat sayang kepada ibu , dengan berbagai kekurangan dan kelebihan ibu.
justru ada kekurangan dan kelebihan itulah , kehidupan rumah tangga ini jadi indah , ada tawa , canda, ada tangis , sedih , haru dan sebagainya, jangan takut , ayah akan selalu menyayangi ibu , juga anak - anak yang telah Allah amanatkan kepada kita.
semoga Allah selalu melindungi keluarga kita dan anak keturunan kita , agar selalu di jalan Nya . amin
FOREVER TO MY EVERLASTING LOVE
Rabu, 14 November 2012
Rabu, 31 Oktober 2012
HAAAAA KANDANG BURUNGNYAAAAA
Siang itu , para ustadz dan sebagian
santri kelas VI sedang sibuk mengurus hewan –hewan kurban, karena memang hari itu adalah bertepatan
dengan hari ídul Adha. Ada yang sedang menyembelih , ada yang sedang menguliti
, ada yang sedang mencincang hewan yang sudah di kuliti , ada yang membagi –
bagi daging yang sudah di cincang untuk dapat di salurkan ke para mustahiq ,
dan juga ada menonton.
Diantara yang menonton
itu ada santri putra dan ada santri putri. Santri putra pada duduk di lantai 2
dan lantai 3 gedung Ibnu Khaldun, sedangkan santri putri duduk dengan rapi di
depan gedung Fatahillah 3, sebab kedua gedung itu letaknya berhadap – hadapan,
bedanya , gedung Fatalillah tidak bertingkat seperti gedung Ibnu Khaldun.
Kegiatan menonton
penyembelihan dan pengurusan hewan kurban ini menjadi kegiatan yang menarik dan
juga kegiatan yang mendidik bagi santri – santri, sebab kegiatan ini juga
memberikan informasi tentang cara menyembelih dengan baik, cara menguliti ,
cara membagi – bagi daging dan sebagainya.
Disaat kami sedang
sibuk menyembelih sapi , dengan tidak kami sadari , terdengar santri – santri putri
yang duduk di gedung Fatahillah 3 tertawa dengan kencang , sambil sebagian di
antara mereka menutupkan tangannya ke muka , dan menunjuk kan telunjuknya ke suatu
arah di gedung Ibnu Khaldun, dan berteriak “ ustadz……ustadz……..hue hue hue sambil
ketawa “ dengan sambil menunjukan telunjuk kearah seorang santri. Maka saya pun
tergerak untuk menggerakan mata ini mengikuti telunjuk anak putri tadi dan
ternyata “ha ha ha haaaaaa, ada anak santri putra yang kandang burung nya
kelihatan “ begitu saya menggumam dalam hati. Setelah itu saya pun berteriak “ya
akhi , ya akhi , ya akhi “ saya sambil menunjuk kan telunjuk mengarah ke anak
tersebut , tapi anak itu tidak merasa dan malah bingung . saya pun berteriak “ kandang
burung mu “sambil saya ulangin berkali – kali , baru dia sadar bahwa ada bagian
tubuhnya yang mahal terlihat dengan jelas. Maka anak itu pun langsung kabur
karena malu. Hati hati yaaa kalo duduk ,
biar burunya tidak terbang , ha ha ha
Sabtu, 27 Oktober 2012
23 KARAKTER ORANG MUNAFIK
Orang munafik adalah orang yang paling jahat dari semua orang dan layak untuk mendapatkan hukuman di hari kiamat. Ini karena mereka berperilaku sebagai Muslim, tetapi mereka adalah musuh yang paling jahat dari semua musuh karena mereka menyembunyikan kekufuran dan syirik. Pentingnya mempelajari kemunafikan adalah sebagaimana pentingnya mempelajari Tauhid karena keduanya saling berkaitan. Jika kita tidak mempelajari kufur, syirik dan nifaq, tidak dapat disangkal lagi, kita bisa jatuh ke dalamnya, dan selanjutnya menjadi Kafir. Jika seseorang tidak mengetahui karekteristik dari Musyirikin, dia akan menjadi Musyrik. Dan sama halnya jika kita tidak mempelajari kareteristik munafik kita akan menjadi munafik. Hanya Mu’min dan Muslim sejati yang takut melakukan nifak atau kufur, dan hanya muwwahid yang takut untuk melakukan syirik. Satu-satunya orang yang dengan bebas melakukan kufur, nifak dan syirik adalah Kafir. Perhatian pertama bagi setiap Muslim adalah menjauhi kufur, syirik dan nifak, dan kemudian beribadah kepada Allah semata.
Allah SWT Berfirman dalam Al-Qur’an:
Allah SWT Berfirman dalam Al-Qur’an:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS An Nisaa’, 4: 145)Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari oleh Ibnu Abi Mulaikah, yang berkata, “Aku bertemu tiga puluh Shahabat Nabi SAW dan masing-masing dari mereka takut menjadi orang munafik, dan tidak ada dari mereka yang berkata bahwa dia sekuat Jibril atau Mika’il.” Dan Hasan (Al Basri) berkata: ‘Hanya orang yang beriman yang takut dari kemunafikan, dan hanya orang munafik yang merasa aman darinya (kemunafikan).(Shahih Al Bukhari Kitabul Iman Bab 36)
Dan Nabi Ibrahim A.S. berkata:
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”(QS Ibrahim, 14: 35)
Seseorang harus berfikir setelah membaca wahyu bahwa jika Shahabat Nabi SAW dahulu takut dari kemunafikan, untuk alasan yang lebih besar tidakkah seharusnya kita takut dari itu? Jika seseorang terbaik seperti Nabi Ibrahim A.S. takut terhadap syirik, tidakkah seharusnya kita takut juga? Namun sangat menyedihkan melihat realitas hari ini sangat jarang kita menemukan orang yang takut melakukan dosa, membiarkan diri sendiri menjadi kafir, munafiq atau musyrik! Orang-orang kelihatannya berfikiran bahwa mereka akan masuk surga secara langsung dan melewati hari pengadilan dengan mudah.Selanjutnya kita seharusnya tidak menjadi naif dan realistis terhadap berbagai kemungkinan menjadi Kafir, Musyrik atau Munafik dengan mengambil tindakan pencegahan dan kekebalan. Sebaik-baik yang bisa kita lakukan adalah dengan melaksanakan semua perintah Allah dan mempelajari tauhid. Kemudian setelah itu, apakah kita mati sebagai Muslim atau Kafir ada di tangan Allah SWT ; dan semoga Allah SWT meneriman ibadah kita dan menjadikan kita mati dalam keadaan iman dan Tauhid, Amin.
Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu meminta kepada Allah SWT untuk mati dalam keadaan iman dan Tauhid disamping fakta bahwa Allah adalah yang mengendalikan hati kita dan dia bisa membalikkannya sesuai dengan keinginanNya, kapanpun Dia inginkan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنا وَمَيِّتِنا، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، وَشَاهِدِنا وغائِبِنَا؛ اللَّهُمَّ مَنْ أحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيمَان؛ اللَّهُمَّ لا تَحْرِمْنَا أجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ
“Yaa Allah ampunilah hidup kami dan perbuatan kami, kehadiran kami dan kealpaan kami, muda kami dan tua kami, laki-laki kami dan perempuan kami. Yaa Allah, siapa saja dari kita menjaga hidup, menjaganya hidup pada Islam dan siapa saja dari kami Kamu matikan, karenanya untuk mati dalam iman, Yaa Allah janganlah mencabut balasan kami dan tidak tunduk kepada fitnah setelah kematiannya.” Jika ada kemungkinan menjadi kafir, tidakkah Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan kita untuk memohon kepada Allah untuk menjadikan hidup kita dengan Islam dan mati dalam keadaan beriman. Mari kita sekarang, dengan izin Allah SWT mempelajari sebagian karekteristik Munafik (agar kita terhindar darinya, Insya Allah.
Karakteristik Munafik:
1. Mereka mengklaim Beriman
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.”
(QS Al Munafiqun, 63:1)
Allah menjelaskan orang munafik sebagai orang yang mengklaim bahwa mereka beriman, namun mereka realitasnya Kafir. Dia SWT menyebut mereka pembohong dan Kafir disamping fakta bahwa mereka dengan tegas mengklaim dengan lidah mereka bahwa mereka Muslim dan mengucapkan ‘Laa ilaaha illa Allah’. Ini adalah sebuah titik yang menakutkan bagi semua Muslim sebagaimana kita semua mengklaim menjadi beriman, namun bagaimana kita mengetahui bahwa kita tidak murtad? Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu”. (QS An Nisa, 4: 60)
Selanjutnya kita semua seharusnya berhati-hati ketika mengklaim sebagai Muslim tidak menjamin kita untuk menjadi orang-orang penghuni jannah (surga), dan tidak selamat dari kemunafikan. Tanpa memenuhi perintah Allah, menjauhi Thaghut dan meminta Allah untuk menjaga kita tetap beriman, kita mungkin tidak sengaja jatuh ke dalam perangkap kemunafikan, syirik dan kufur.
Ada dua tipe nifaq, nifaq akbar (nifaq besar) dan nifaq asghar (nifaq kecil). Seseorang dengan nifaq akbar benar-benar kafir walau berpura-pura menjadi Muslim. Selanjutnya dia tidak berfikir untuk dirinya bahwa dia adalah seorang beriman, tetapi dia hanya mengklaim menjadi Muslim dengan tujuan untuk kemulian hidupnya. Nifaq asghar bisa ditemukan dalam diri seorang Muslim, yang melakukan keimanan dia adalah seorang Muslim dan juga mengklaim begitu. Dengan demikian ada dua tingkatan kemunafikan, yakni seseorang itu kafir namun berpura-pura menjadi Muslim (nifaq akbar), dan jenis lainnya adalah dia seorang Muslim yang nyata-nyata melakukan perbuatan kemunafikan.
2.Mereka tidak mempunyai Talazum
At Talazum berarti kesatuan antara iman dan perbuatan, yaitu mengatakan dan melaksanakan apa yang kita imani. Setiap Muslim dan kafir mempunyai Talazum; seorang Muslim beriman kepada Allah dan memanifestasikan hal ini dalam perbuatannya (seperti shalat) dan perkataan (bertasbih). Sebagaimana, setiap Kafir membenci Allah dan dien-Nya dan selanjutnya kita melihat mereka secara lisan mendeklarasikan perang melawan Islam dan kepada kaum Muslimin (melalui perkataan), dan melakukan keyakinan ini dengan membunuhi wanita, anak-anak dan orang tua Muslim yang tidak bersalah.
Sementara itu, orang munafik tidak mempunyai Talazum , artinya apa yang dia sembunyikan dan ditampakkan tidaklah sama dan menjadikam mereka orang yang paling rumit dari semua orang. Ini karena mereka mengatakan apa yang mereka tidak imani dan tidak melaksanakan Islam secara utuh. Allah SWT berfirman:
“Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," padahal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.” (QS Al Baqarah, 2: 8)
3. Mereka menipu Allah dan Muslim
Allah SWT berfirman dalam Qur’an:
“Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.” (QS Al Baqarah, 2;9)
“Dan Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An Nisa, 4: 142)
Orang Munafik menipu diri mereka dengan mengklaim sebagai orang beriman, padahal, faktanya mereka adalah Kafir. Mereka mencari kemulian dalam kehidupan mereka dengan mengucapkan Syahadat padahal faktanya mereka tidak mempunyai kemuliaan bagi hidup ini karena mereka bukanlah Muslim. Allah SWT telah membuat dua camp (golongan/kelompok) ; camp Islam dan camp Kufur, namun orang-orang munafik ini menginginkan mereka bisa berada pada kedua camp tersebut pada saat yang bersamaan. Mereka ingin manfaat dari hak-hak Islam dan iman seperti warisan, kehormatan, kemuliaan, persaudaraan, rasa hormat, perayaan ied, pahala dan sebagainya, tetapi juga ingin mengikuti doktrin dan jalan hidup orang kafir.
4. Mereka mempunyai penyakit dalam hati mereka
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dalam hati mereka ada penyakit (keraguan dan kemunafikan), lalu ditambah Allah penyakitnya.” (QS Al Baqarah, 2: 10)
Dalam tafsir Ibnu Katsir, dia menjelaskan bahwa istilah ‘penyakit’ dalam ayat ini berarti ‘keraguan’. Selanjutnya, kita selalu melihat mereka yang mempunyai tanda-tanda munafik, sering ragu terhadap ulama, Allah SWT dan Mujahidin dan sebagainya. Keraguan mereka terdapat dalam banyak aspek dien, seperti hidup setelah mati, surga dan hari pengadilan; selanjutnya mereka melangkah terlalu jauh dengan meninggalkan ikatan Islam.
5. Mereka pembohong, pengingkar janji dan tidak bisa dipercaya
Melanjutkan ayat di atas, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS Al Baqarah, 2: 10)
“Dan apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah." Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta.” (QS Al Muafiqun, 63:1)
Karakteristik paling umum dari orang Munafik adalah bahwa mereka pembohong, selalu mengingkari janji dan tidak bisa dipercaya dimana saja kita mempercayai mereka dengan sesuatu. RasuluLlah SAW juga bersabda dalam hadits yang telah umum:
“Tanda-tanda munafik ada tiga, ketika dia berbicara dia berbohong, ketika dia berjanji mengingkarinya dan ketika dia dipercaya dia khianat.” (Shahih Al Bukhari, Kitabul Iman Bab 24: tanda-tanda Munafik No 33)
6. Mereka menjadi kasar ketika berdebat
Berkaitan dalam bimbingan dan pengetahuan, orang-orang munafik dikenal menjadi orang yang sangat argumentatif dan membantah ketika dia terlibat diskusi atau debat. Ketika mereka tidak bisa memberikan jawaban untuk masalah tertentu atau menghadirkan kasus mereka dengan baik mereka menjadi kasar (menggunakan kata-kata kotor, menggunakan sumpah dan sebagainya) dan menjengkelkan. Rasulullah SAW berkata dalam sebuah riwayat yang berbeda atas hadits yang sama:
“Dan ketika dia berdebat dia menjadi kasar” (Al Bukhari No 34)
7. Mereka mengkhianati perjanjian dan kontrak
Seorang Muslim tidak pernah membatalkan perjanjiannya karena hal itu adalah dosa besar dalam Islam dan dosa lainnya adalah munafik. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits di atas, tetapi dalam riwayat yang berbeda:
“Dan ketika dia mempunyai perjanjian dia mengkhianatinya.” (Al Bukhari No 34)
Lebih lanjut Rasulullah SAW telah menginformasikan kepada kita kehinaan itu adalah ketika seseorang yang dengan sengaja melanggar perjanjiannya:
‘Bagi setiap pengkhianat dia akan mempunyai sebuah panji pada hari kiamat, memproklamirkan ini adalah begini dan begini yang telah mengkhianati perjanjiannya.’ (Riyadus Salihin No 1585)
8. Mereka penyebab fitnah dan keburukan, namun mengklaim pembuat kedamaian
Orang-orang munafik selalu berkomentar dan memperhatikan kesalahan orang lain, dan tidak pernah berfikir tentang kesalahan dan dosa mereka sendiri. Mereka selalu membuat fitnah dan kerusakan, tetapi menunjuk jari mereka kepada orang lain selain mereka. Allah SWT berfirman:
“Dan bila dikatakan kepada mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan." Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.” (QS Al Baqarah, 2: 11-12
Dalam ayat ini Allah SWT menginformasikan kepada kita bahwa orang munafik adalah penyebab fitnah (kerusakan), namun mengklaim telah melakukan perbaikan. Yang lebih mengejutkan lagi mengetahui bahwa mereka benar-benar para pengacau. Mereka dengan yakin percaya bahwa mereka baik, melaksanakan perdamaian di muka bumi, tetapi Allah SWT menginformasikan kepada kita bahwa mereka benar-benar murtad.
9. Mereka berhukum kepada thaghut
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.”
(QS An Nisa, 4: 60)
Dalam ayat ini Allah SWT memperingati kita beberapa poin yang telah disebutkan di atas, seperti bahwa mereka mengklaim telah beriman kepada apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT. Tetapi Dia juga menginformasikan kepada kita tentang karakteristik lain dari orang munafik, yakni berhukum kepada Thaghut.
Berhukum kepada selai Allah adalah syirik akbar, namun, orang-orang munafik ini dijelaskan bahwa mereka orang yang tidak hanya secara rutin berhukum kepada selain Allah, tetapi juga mencari dan mempunyai keinginan untuk merujuk kepada selain Allah untuk menyelesaikan perselisihan. Mereka adalah orang-orang yang terus membenarkan kemurtadannya dan dalam kasus yang lebih buruk mereka mungkin mengutip ayat di luar konteks dengan tujuan untuk membenarkan kerusakan mereka.
10. Mereka memuaskan telinga seseorang, mempunyai hafalan Al-Qur’an dan argumentasi yang masuk akal.
Salah satu dari kemampuan terbesar dan berpengaruh adalah bahwa mereka bisa menyesatkan dan menjatuhkan orang-orang dengan argumen ‘mengagumkan’ mereka atau membacakan ayat-ayat. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar[1477]. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya) maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?” (QS Al Munafiqun, 63: 4)
Lebih lanjut Rasulullah SAW bersabda:
“Akan ada sebagian orang diantara kalian yang shalatnya mengalahkan shalatmu, dan yang puasanya mengalahkan puasamu, dan ibadahnya mengalahkan ibadahmu. Mereka akan membaca Al-Qur’an tetapi tidak melebihi kerongkongan mereka. Mereka akan meninggalkan Islam seperti anak panah dari busurnya…’
(Al Bukhari, Kitab Fadilah Al-Qur’an Bab 3g Hadits no 5058)
11. Mereka takut dari Al-Qur’an yang ditujukan kepada mereka, dan tidak melihat kesalahan mereka sendiri
Adalah Sunnah Rasulullah SAW dan Shahabatnya untuk membaca Al-Qur’an dimana kita bisa mengaplikasikanya untuk diri kita, dan seolah-olah Allah berbicara kepada kita secara langsung. Namun orang-orang Munafik tidak suka untuk mengakui kesalahan mereka dan membaca Al-Qur’an sebagaimana Allah menujukan kepada mereka. Lebih lanjut Allah SWT berfirman:
“Orang-orang yang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka sesuatu surat yang menerangkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka....” (QS At Taubah, 6: 64)
Selanjutnya, dimana saja kita mempelajari dien kita seharusnya selalu mengaplikasikannya untuk diri kita, memperhatikan untuk mengoreksi kesalahan kita sebelum mengoreksi kesalahan orang lain.
12. Menghina orang-orang Beriman dan Islam
Allah SWT berfirman dalam kelanjutan ayat di atas :
“…Katakanlah kepada mereka: "Teruskanlah ejekan-ejekanmu (terhadap Allah dan rasul-Nya)." Sesungguhnya Allah akan menyatakan apa yang kamu takuti itu.”
(QS At Taubah, 9: 64)
Ayat ini diturunkan pada saat perang Tabuk tentang orang-orang Munafik yang terus mengejek orang-orang beriman, berkata bahwa hafalan Al-Qur’an mereka hanya memberikan perut besar. Sindiran dan ejekan seperti ini sangat umum terlihat hari ini dari orang-orang moderat yang menjual kaum Muslimin dan yang mengejek Mujahidin dan aktifis Muslim yang bekerja untuk melihat bendera Islam tegak di seluruh penjuru dunia.
Sangat umum mendengar orang-orang munafik berkata ‘lihatlah orang-orang ini, mereka percaya berjuang untuk Khilafah atau mendukung Jihad atau ‘bagaimana mungkin orang-orang yang tidak berpendidikan yang mengakui manfaat dari pemerintah bisa menegakkan negara Islam?’ dan sebagainya. Ini hanyalah sebagian contoh dari pernyataan mereka yang mempunyai penyakit di dalam hati mereka. Allah SWT menginformasikan kepada kita tentang alasan mereka menggunakan hal tersebut untuk membenarkan kemurtadan mereka:
“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS At Taubah, 9: 65-66)
Allah SWT juga berfirman :
“Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu sehingga apabila mereka keluar dari sisimu orang-orang berkata kepada orang yang telah diberi ilmu pengetahuan (sahabat-sahabat Nabi): "Apakah yang dikatakannya tadi?" Mereka itulah orang-orang yang dikunci mati hati mereka oleh Allah dan mengikuti hawa nafsu mereka.” (QS Muhammad, 47: 16)
13. Mereka tidak pernah pergi berjihad, berpartisipasi dalam semua perjuangan (jihad) dan tidak juga berhijrah
Pada saat perang Uhud orang-orang Munafik lari dari medan pertempuran dan kembali ke Madinah. Sebagian orang-orang beriman menjadi bingung berkaitan dengan bagaimana mereka seharusnya berhadapan dengan orang-orang munafiqun. Shahabat Rasulullah SAW percaya bahwa mereka seharusnya dibunuh dimana saja mereka terlihat, disamping yang lain membantah sebaliknya mereka (munafiqun) adalah Muslim dan mengucapkan syahadat. Dengan maksud untuk menyelesaikan dan mengklarifikasi perselisihan ini, Allah SWT menurunkan ayat di bawah ini:
“Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri ? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.” (QS An Nisa, 4: 88)
Lebih lanjut, sebuah hadits dari Nabi Muhammad SAW dengan jelas menyoroti orang yang tidak mempunyai niat berjihad:
“Siapa saja yang mati tanpa berjihad di jalan Allah, tidak juga mempunyai niat untuk melakukannya, akan mati dalam satu cabang nifaq.” (Muslim dan Riyaad Us Saalihin Bab 234, Hadits bo 1341)
Berkaitan dengan Hijrah orang-orang Munafik tidak ingin meninggalkan ‘negeri kesayangan’ mereka dan takut berjihad di jalan Allah. Allah SWT telah menurunkan:
“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya : "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?." Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)." Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?." Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali, kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah), mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.” (QS An Nisa, 4: 97-99)
Penting untuk selalu diingat poin krusial ini bahwa munafiqun membenci Jihad, Mujahidin dan berhijrah di jalan Allah. Jika kita mempunyai perasaan ini maka ketauhilah bahwa kita mempunyai salah satu karakteristik Munafikin dan mintalah kepada Allah agar menjaga kita dari nifaq.
14. Mereka mempunyai Muwalat (sekutu) dengan Kuffar dan hidup diantara Musyrikin
Salah satu tanda seseorang yang terlibat syirik adalah hidup diantara Kuffar dan Musyrikin tanpa membedakan diri mereka. Bukti yang sama telah disebutkan di atas bisa digunakan untuk membenarkan poin ini, sebagaimana sebuah hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:
“Aku berlepas diri dari Muslim yang hidup diantara Musyrikin,... dan tidak membedakan diri dari mereka (kuffar).’ (Sunan Abu Daud, Kitabul Jihad Bab 105, hadits no 2645)
Hadits ini dengan jelas menunjukkan kepada kita betapa bahayanya hidup diantara kuffar, bersatu dengan mereka dan tidak membedakan diri dari mereka. Itu juga menyoroti kewajiban dan perlu bagi Muslim untuk hidup bersama sebagai sebuah komunitas dan menerapkan Syari’ah; atau Rasulullah SAW akan menjauhkan dirinya dari kita pada hari pengadilan, disaat kita akan begitu membutuhkan syafa’atnya.
15. Mereka membuat sejumlah alasan untuk tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya
Orang-orang Munafik selalu banyak alasan untuk tidak mengerjakan kewajiban dan tugas mereka, sebagaimana disebutkan juga dalam ayat sebelumnya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan 'uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: "Janganlah kamu mengemukakan 'uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At Taubah, 9: 94)
Lebih lanjut, pada saat perang Tabuk dahulu mereka banyak alasan untuk lari dari Jihad. Salah satu dari alasan mereka adalah cuaca yang amat panas dimana Allah SWT telah tentukan di saat bulan-bulan musim panas:
“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)" jika mereka mengetahui.” (QS At Taubah, 9: 81)
Sungguh Allah berkata benar, panas neraka tidak dapat dibandingkan dengan panas dunia. Rasulullah SAW bersabda:
“Api yang anak Adam nyalakan adalah satu bagian dari 70 bagian dari api neraka.” (Tafsir Ibnu Katsir tentang ayat di atas 9:81)
16. Mereka membenarkan keharaman, kekufuran dan kesyirikan mereka
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan: "Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)." Mereka berkata: "Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan.” (QS Al Imran, 3: 167)
Telah diketahui bahwa orang-orang Munafik selalu membenarkan kemurtadan mereka. Allah SWT menginformasikan kepada kita bahwa orang-orang menjadi kafir atau murtad dengan alasan menjadi lebih dekat kepada Allah! Allah SWT berfirman:
“Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat- dekatnya." Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (QS Az Zumar, 39: 3)
17. Mereka melakukan kufur I’raad – berpaling kepada Allah SWT
Allah SWT berfirman:
“Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.” (QS An Nisaa’, 4: 61)
“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, kemudian ia berpaling daripadanya? Sesungguhnya Kami akan memberikan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.” (QS As Sajadah, 32: 22)
Orang-orang Munafik selalu berpaling dari Ahkam (hukum syar’i) dan Ulama. Ketika kita memberi mereka hukum yang tidak sesuai dengan mereka, maka mereka akan berkata ‘Aku tidak mengikuti opini itu’, bahkan tidak ada opini lain tentang isu tersebut. Ketika kita sampaikan kepada mereka ayat mereka akan berkata ‘itu adalah penafsiran kamu terhadap Al-Qur’an dan sebagainya.
18. Mereka menyerukan kemungkaran dan mencegah kebaikan
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.” (QS At Taubah, 9: 67)
Mereka akan mencoba untuk menghalangi usaha kita untuk melakukan dakwah berdasarkan metode Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, menyerukan jihad, berjuang untuk dien Allah atau bahkan menciptakan kesadaran tentang Islam di luar Masjid dan sebagainya. Lebih lanjut mereka malah mencegah Ma’ruf dan menyerukan segala bentuk kemunkaran, seperti voting untuk hukum buatan manusia, bergabung dengan toghut dan sebagainya.
19. Mereka memamerkan perbuatan baiknya
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS An Nisaa’, 4: 142)
Orang-orang Munafik memamerkan bahasa Arabnya, tajwid, adzan, ilmu dan sebagainya. Mereka adalah orang-orang yang selalu memamerkan perbuatan baiknya dengan tujuan agar mendapatkan pujian dan agar orang-orang mendengarkan mereka. Ar Riyaa adalah sebuah dosa besar dan perbuatan syirik, karena semua perbuatan baik kita seharusnya dilakukan murni hanya untuk mencari ridha Allah SWT dan bukan pujian dari orang-orang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Perkara yang aku takutkan dari kalian adalah syirik asghar. Shahabat bertanya: ‘Apakah syirik asghar itu?’ Rasulullah SAW menjawab: riya.’
(Musnad Imam Ahmad, jilid 5; Al Arsaar, Hadits : Muhammad bin Labid RA)
20. Mereka menginginkan kita menjadi Kafir seperti mereka dan mengikuti jalannya
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong.” (QS An Nisaa’, 4: 89)
Orang-orang Munafik sangat jahat karena mereka ingin agar kita menjadi kafir seperti mereka dan mengikuti kerusakan dan kejahatan mereka. Mereka ingin agar kita meninggalkan golongan yang selamat dan bergabung dengan partai syaitan mereka.
21. Mereka menginginkan kita untuk takut kepada Kuffar
Allah SWT berfirman:
“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung." (QS Ali Imran, 3: 173)
Orang-orang munafik akan selalu mempunyai mental kalah dan akan mencoba untuk menimbulkan ketakutan ke dalam hati orang-orang beriman terhadap Kuffar. Seseorang tidak bisa menjadi Muslim jika mereka mengatakan ‘apa yang bisa kita lakukan, jumlah mereka terlalu banyak dan kita tidak mempunyai senjata yang cukup dan sebagainya.’
Lebih lanjut Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (QS Ali Imran, 3: 175)
22. Mereka malas melaksanakan Shalat
Sebagaimana telah disebutkan pada poin no 19, Allah menginformasikan kepada kita ayat (QS 4: 142) bahwa orang-orang Munafik berdiri dengan kemalasan pada shalat mereka. Bukti lain untuk ini bisa ditemukan dalam surah Al Ma’un:
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya.” (QS Al Maa’un, 107: 4-7)
Nabi Allah SAW juga menjelaskan orang-orang Munafik adalah orang yang sulit ditemui pada shalat isya dan fajar (subuh).
23. Mereka menunjukkan Islam, tetapi mengutuk dan menghina ketika setiap kali mereka berhadapan dengan semua bentuk kesulitan dan bencana
Allah SWT berfirman:
“Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS Al Hajj, 22: 11)
Orang-orang Munafik selalu senang dengan kita ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik dan mudah, profesional, teratur dengan baik dan terstruktur, tetapi ketika mereka diuji oleh Allah SWT mereka benar-benar meninggalkan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, dien dan kewajiban mereka.
Kesimpulan
Tujuan dari mempelajari masalah ini untuk menyadari tanda-tanda Munafikin, agar kita tidak melakukannya. Kita seharusnya memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari nifaq, kufur, syirik dan bid’ah dan agar kita mati dalam keadaan iman dan Tauhid. Kita seharusnya juga selalu menyadari celah dan berbagai kemungkinan menjadi Kafir, dan untuk mencegah hal ini adalah dengan memenuhi semua perintah Allah dan juga kewajiban kita. Semoga, Insya Allah!
HARTA DAN ANAK ADALAH UJIAN
HARTA DAN ANAK ADALAH UJIAN
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَخُونُواْ اللّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُواْ أَمَانَاتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٢٧﴾
وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ ﴿٢٨﴾
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. Al-Anfaal: 27-28)
***
Kemudian, diulang lagi seruan kepada orang-orang yang beriman. Dibisikkan lagi kepada mereka bahwa harta dan anak-anak itu kadang-kadang dapat menjadikan manusia tidak mau memenuhi seruan Allah dan seruan Rasul. Karena, takut terhadap nasib anaknya nanti dan karena bakhil terhadap hartanya.
Kehidupan yang diserukan Rasulullah adalah kehidupan yang mulia, yang sudah tentu ada tugas-tugas yang harus dikerjakan untuk mencapainya, harus ada pengorbnan. Oleh karena itu, Alquran mengobati ambisi ini dengan mengingatkan mereka terhadap fitnah harta dan anak-anak. Karena, harta dan anak-anak merupakan tempat ujian dan cobaan.
Alquran juga mengingatkan mereka agar jangan lemah menghadapi ujian ini, jangan mundur dari perjuangan, dan jangan melepaskan diri dari beban amanat, janji, dan baiat.
Alquran menganggap pelepasan diri dari semua ini sebagai pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul. Juga pengkhianatan terhadap amanat-amanat yang dibebanan kepada umat Islam di muka bumi.
Yaitu, amanat untuk menjunjung tinggi kalimat Allah dan menetapkan uluhiyyah-Nya saja bagi manusia, dan berpesan kepada manusia untuk menegakkan kebenaran dan keadilan.
Di samping kehati-hatian ini, diingatkan pula mereka terhadap pahala yang besar dari sisi Allah kalau mereka dapat menanggulangi fitnah harta dan anak-anak, yang kadang-kadang menghalangi manusia dari berkorban dan berjihad.
Menghindarkan diri dari tugas-tugas sebagai umat Islam di muka bumi merupakan pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul. Persoalan pertama dalam agama Islam ini adalah persoalan ‘Laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah.’ Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Persoalan mengesakan Allah terhadap uluhiyyah, dan menerima dengan sepenuh hati akan semua ini menurut apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad saja.
Manusia dalam seluruh sejarahnya, tak pernah mengingkari keberadaan Allah sama sekali. Mereka hanya mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan lain, yang kadang-kadang, dan ini hanya sedikit, dalam bidang akidah dan ibadah.
Adakalanya, dan ini yang terbanyak, dalam masalah hukum dan kedaulatan. Inilah yang lebih dominan dalam kemusyrikan. Oleh karena itu, persoalan utama agama Islam ini bukan mengajak manusia untuk mempercayai uluhiyyah Allah. Tetapi, mengajak mereka untuk mengesakan uluhiyyah bagi Allah saja, untuk bersaksi bahwa tidak ada ilah selain Allah.
Yakni, mengesakan Allah sebagai satu-satunya yang berdaulat mengatur kehidupan mereka di dunia ini. Juga mengakui-Nya sebagai yang berdaulat untuk mengatur alam semesta, sebagai implementasi firman Allah: “Dialah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi.” (QS. Az-Zhukhruf: 84)
Juga mengajak mereka bahwa hanya Rasulullah yang membawa wahyu dari Allah dan menyampaikannya kepada mereka. Dengan demikian, mereka berkewajiban mematuhi segala ajaran yang beliau sampaikan.
Inilah persoalan utama agama Islam, sebagai itikad yang harus ditanamkan dan dimantapkan di dalam hati, dan sebagai gerakan yang harus diaplikasikan di dalam kehidupan. Karena itu, menghindarkan diri dari hal ini adalah pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul.
Allah mengingatkan hal ini kepada golongan Islam yang telah beriman kepada-Nya dan telah menyatakan keimanannya ini. Sehingga, mereka mempunyai tugas untuk berjuang guna merealisasikan petunjuknya dalam dunia nyata. Juga supaya bangkit menunaikan tugas jihad ini terhadap jiwa, harta, dan anak-anak.
Allah juga mengingatkan mereka agar jangan mengkhianati amanat yang mereka usung pada hari mereka berbaiat kepada Rasulullah untuk memeluk Islam. Islam itu bukan sekadar ucapan dengan lisan, bukan sekadar retorika dan pengakuan-pengkuan.
Islam adalah manhaj kehidupan yang sempurna dan lengkap. Tetapi, untuk menegakkannya selalu menghadapi hambatan-hambatan dan kesulitan-kesulitan.
Islam adalah manhaj untuk membangun realitas kehidupan di atas landasan Laa ilaaha illallah, yang mengembalikan manusia kepada menyembah Tuhan mereka Yang Mahabenar, mengembalikan masyarakat kepada hukum dan syariat-Nya. Mengembalikan para thaghut yang melampaui batas kepada uluhiyyah Allah dan kedaulatan-Nya dari kezaliman dan tindakan melampaui batas.
Juga, mengamankan kebenaran dan keadilan bagi semua manusia, menegakkan keadilan di antara mereka dengan timbangan yang mantap, memakmurkan bumi, dan melaksanakan tugas khilafah di muka bumi dengan menggunakan manhaj Allah.
Semua itu merupakan amanat yang barangsiapa tidak menunaikannya berarti telah berkhianat, melanggar perjanjian kepada Allah, dan merusak baiat yang telah diikrarkannya kepada Rasulullah.
Mereka semua perlu berkorban, bersabar, dan tabah. Mereka harus dapat menanggulangi fitnah harta dan anak. Juga melihat pahala yang besar di sisi Allah, yang disimpan untuk hamba-hamba-Nya yang terpercaya mengemban amanat-amanat-Nya, yang sabar, suka mengalah, dan suka berkorban.
“Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.” (QS. Al-Anfaal: 28)
Alquran ini berbicara kepada eksistensi manusia. Karena, Sang Pencipta mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi pada manusia ini, mengetahui yang lahir dan yang batin, mengetahui jejak-jejak langkah dan perjalanan hidupnya.
Allah mengetahui titik-titik kelemahan pada diri manusia. Dia mengetahui bahwa ambisi terhadap harta dan anak-anak itu merupakan titik kelemahan paling dalam pada diri mereka.
Oleh karena itu, di sini, Dia mengingatkan hakikat pemberian harta dan anak-anak itu. Allah memberikan harta dan anak-anak kepada manusia untuk menguji dn memberi cobaan kepada mereka dengannya.
Harta dan anak termasuk perhiasan dunia yang notabene adalah ujian dan cobaan. Karena, Allah hendak melihat apa yang diperbuat dan dilakukan seorang hamba terhadap harta dan anak ini. Apakah dia mau mensyukurinya dan menunaikan hak-hak nikmat yang diperolehnya itu? Ataukah, malah sibuk dengannya sehingga lupa menunaikan hak-hak Allah?
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).” (QS. Al-Anbiyaa: 35)
Maka, fitnah atau cobaan itu bukan hanya dengan kesulitan, kesengsaraan dan sejenisnya saja. Tetapi, fitnah itu juga bisa berupa kemakmuran dan kekayaan. Termasuk kemakmuran dan kesenangan itu adalah harta dan anak-anak. “Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan.”
Apabila hati sudah menyadari posisi harta dan anak-anak sebagai ujian dan cobaan, maka kesadaran itu akan membantunya untuk senantiasa berhati-hati, menyadari dan mewaspadai, agar jangan sampai ia tenggelam, lupa, dan terbenam dalam ujian dan fitnah.
Kemudian Allah tidak membiarkan manusia tanpa pertolongan dan bantuan. Karena, manusia itu kadang-kadang merasa lemah, setelah menyadari semua itu, untuk memikul beratnya pengorbanan dan tugas. Khususnya, pada titik kelemahannnya yaitu terhadap harta dan anak-anak.
Maka, Allah memanggil-manggil mereka untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik dan lebih kekal. Sehingga, dengan adanya keinginan untuk mendapatkannya, ia menjadi tabah dan kuat menghadapi ujian itu. “Dan bahwa di sisi Allah terdapat pahala yang besar.”
Allahlah yang memberi manusia harta dan anak. Di balik itu, di sisi-Nya terdapat pahala yang besar bagi orang yang dapat menanggulangi fitnah harta dan anak-anak. Dengan demikian, tidak seorang pun yang pantas mengabaikan amanat dan tidak mau berkorban untuk jihad.
Kesadaran inilah yang dapat membantu manusia yang lemah, yang diketahui oleh Sang Maha Pencipta titik-titik kelemahannya. “Dan manusia dijadikan bersifat lemah.” (QS. An-Nisaa: 28)
Islam adalah manhaj yang lengkap tentang akidah dan pandangan hidup, tarbiyah dan pemberian arahan, masalah kewajiban dan tugas-tugas manusia. Islam adalah manhaj atau aturan Allah Yang Maha Mengetahui, karena Dia Yang Maha Pencipta.
“Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui?” (QS. Al-Mulk: 14)
Minggu, 08 April 2012
5 FAKTA KESUKSESAN
1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA KITA!
Nelson Mandela, baru jadi presiden pada usia 76 tahun setelah masuk bui selama 27 Thn.- Steve Jobbs, sudah jadi jutawan usia 21 tahun- Kolonel Sanders (KFC), memulai bisnis pd umur 65 tahun.
Winston Churchill, Seringkali gagal dan banyak hambatan, baru baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
Bill Gates, sudah jadi manusia terkaya di dunia usia 41 tahun.
2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA, WARNA KULIT DAN KETURUNAN.
- Barrack Obama : Keturunan Kulit Hitam pertama yg jadi Presiden Amerika Serikat saat ini
- Jenderal Colin Powell & Martin Luther King : juga berkulit hitam- Confusius: anak yatim di negeri Tiongkok yg akhirnya menjadi Penasehat Kerajaan dengan sebutan Sang Bijak dan diakui sbg Nabi oleh para pengikutnya .
- Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.
3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ( CACAT ) FISIK.
- Hellen Keller : Seorang Tuna Netra dan Tuna Rungu tapi berhasil menjadi Penulis dan Pendidik terkenal dunia.
- William Shakespeare: seorang penderita cacat kaki yg bisa menjadi penulis novel yg sangat terkenal yg sangat fenomenal dengan karya2 nya .
- F.D. Roosevelt: waktu kecil terkena sakit polio tapi ia berhasil menjadi Presiden AS ke 32.
- Beethoven: Seorang Tuna Rungu tapi bisa menjadi komposer musik.
- Napoleon Bonaparte : Tubuhnya sangat pendek, wajah pun tidak menarik, tetapi dia menjadi pemimpin pasukan yg menaklukkan hampir seluruh Eropa.
- Anthony Robbins: hanya Lulusan SMA, dia jg kegemukan tapi dia merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, dia menjadi langsing dan menjadi motivator terkenal dunia.
4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN!
- Temujin adalah seorang yg tidak pernah mengenyam pendidikan selain menurut adat dan tradisi suku Mongol tapi dia bisa mengembangkan pasukannya menjadi Tentara yang paling Sukses didunia dan membangun Kerajaan Terluas Yang pernah ada di Dunia dan akhirnya dia dikenal dgn nama Jenghis Khan Sang Penakluk.
- Thomas Alfa Edison : Hanya berpendidikan SD tapi melahirkan 2000 paten yg masih banyak dipakai sekarang ini.
- Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, pada usia 40an thn dia sudah mempunyai armada perkapalan terbesar di asia dan dia menjadi orang terkaya di Hongkong.
- Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah tapi bisa membangun sebuah pabrik Mobil .
- The Wright Brother : orang dari kalangan biasa saja dan tidak berpendidikan tinggi, tetapi merekalah yg menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
- Bill Gates, orang terkaya didunia, dia memulai bisnis setelah lulus SMA.
- Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.
5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA
- Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
- Walt Disney : waktu usia 20 tahun dia masih seorang pemuda miskin dan tidak terkenal tapi pada usia 30 tahun dia sudah menjadi usahawan terkenal.
- Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin tapi bisa memimpin dan mempersatukan Amerika.
- Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, akhirnya dia bisa menjadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
- Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang tapi dia menjadi salah satu Presiden tersukses Amerika
Kita ? sama2 punya tulang & daging dengan mereka semua, maka jika mereka bisa kita juga harusnya bisa!
Yang penting take action, urusan hasil kita serahkan kepada Allah dan dilandasi kesabaran yang berlapis...
Begitu juga dalam mengajar, setelah kemampuan, metode, model, materi kita sudah maksimal berikan ke santri. Harus sabar dan tentunya berdoa agar santri kita paham dan trus kawal proses mereka.. Brangkaaat! Bismillah....
Nelson Mandela, baru jadi presiden pada usia 76 tahun setelah masuk bui selama 27 Thn.- Steve Jobbs, sudah jadi jutawan usia 21 tahun- Kolonel Sanders (KFC), memulai bisnis pd umur 65 tahun.
Winston Churchill, Seringkali gagal dan banyak hambatan, baru baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
Bill Gates, sudah jadi manusia terkaya di dunia usia 41 tahun.
2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA, WARNA KULIT DAN KETURUNAN.
- Barrack Obama : Keturunan Kulit Hitam pertama yg jadi Presiden Amerika Serikat saat ini
- Jenderal Colin Powell & Martin Luther King : juga berkulit hitam- Confusius: anak yatim di negeri Tiongkok yg akhirnya menjadi Penasehat Kerajaan dengan sebutan Sang Bijak dan diakui sbg Nabi oleh para pengikutnya .
- Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.
3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ( CACAT ) FISIK.
- Hellen Keller : Seorang Tuna Netra dan Tuna Rungu tapi berhasil menjadi Penulis dan Pendidik terkenal dunia.
- William Shakespeare: seorang penderita cacat kaki yg bisa menjadi penulis novel yg sangat terkenal yg sangat fenomenal dengan karya2 nya .
- F.D. Roosevelt: waktu kecil terkena sakit polio tapi ia berhasil menjadi Presiden AS ke 32.
- Beethoven: Seorang Tuna Rungu tapi bisa menjadi komposer musik.
- Napoleon Bonaparte : Tubuhnya sangat pendek, wajah pun tidak menarik, tetapi dia menjadi pemimpin pasukan yg menaklukkan hampir seluruh Eropa.
- Anthony Robbins: hanya Lulusan SMA, dia jg kegemukan tapi dia merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, dia menjadi langsing dan menjadi motivator terkenal dunia.
4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN!
- Temujin adalah seorang yg tidak pernah mengenyam pendidikan selain menurut adat dan tradisi suku Mongol tapi dia bisa mengembangkan pasukannya menjadi Tentara yang paling Sukses didunia dan membangun Kerajaan Terluas Yang pernah ada di Dunia dan akhirnya dia dikenal dgn nama Jenghis Khan Sang Penakluk.
- Thomas Alfa Edison : Hanya berpendidikan SD tapi melahirkan 2000 paten yg masih banyak dipakai sekarang ini.
- Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, pada usia 40an thn dia sudah mempunyai armada perkapalan terbesar di asia dan dia menjadi orang terkaya di Hongkong.
- Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah tapi bisa membangun sebuah pabrik Mobil .
- The Wright Brother : orang dari kalangan biasa saja dan tidak berpendidikan tinggi, tetapi merekalah yg menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
- Bill Gates, orang terkaya didunia, dia memulai bisnis setelah lulus SMA.
- Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.
5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA
- Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
- Walt Disney : waktu usia 20 tahun dia masih seorang pemuda miskin dan tidak terkenal tapi pada usia 30 tahun dia sudah menjadi usahawan terkenal.
- Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin tapi bisa memimpin dan mempersatukan Amerika.
- Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, akhirnya dia bisa menjadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
- Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang tapi dia menjadi salah satu Presiden tersukses Amerika
Kita ? sama2 punya tulang & daging dengan mereka semua, maka jika mereka bisa kita juga harusnya bisa!
Yang penting take action, urusan hasil kita serahkan kepada Allah dan dilandasi kesabaran yang berlapis...
Begitu juga dalam mengajar, setelah kemampuan, metode, model, materi kita sudah maksimal berikan ke santri. Harus sabar dan tentunya berdoa agar santri kita paham dan trus kawal proses mereka.. Brangkaaat! Bismillah....
Kamis, 05 April 2012
JAWABLAH SEPERLUNYA
Siang itu , kira – kira jam satu siang , udara masih terasa menyengat panas di ubun – ubun dari sang mentari yang sombong menampakkan wajahnya , saya masuk area lembaga pendidikan ini setelah selesai mensurvei dapur angklung di jalan Poncol Raya jakarta timur. lembaga pendidikan yang cukup terkenal di Wilayah jakarta selatan, bahkan gaungnya sudah merambah saantero jagad raya ini. Lembaga ini terkenal diantaranya karena lembaga ini berbentuk asrama , atau kalau dalam istilah orang – orang jawa , maka lembaga yang sedemikian itu disebut dengan pesantren yang berarti tempatnya para santri. Ya, lembaga ini adalah lembaga pendidikan yang bernama Pesantren Darunnajah. Pesantren ini terletak di bilangan pesanggrahan Jakarta Selatan. Pesantren ini cukup luas , kurang lebih 5 hektare .
Pada saat saya melewati depan gedung koperasi yang megah itu , kulihat dari kejauhan Kyai Mahrus berdiri di depan koperasi dengan mengenakan batik berwarna coklat semakin menambah ketuaan kyai yang sudah mengelola pesantren ini lebih dari setengah abad. Kyai Mahrus berdiri menghadap ke arah lapangan basket sambil mengotak atik Handpon nya. Ketika mengetahui saya datang kearahnya , karena memang untuk kekantor saya , saya harus melewati depan beliau.
Dengan serta merta , beliau memanggil saya “guuus” dengan suara yang berat , kemudian beliau melanjutkan ucapannya “siapa yang mengatur tour kelas IV , kok campur putra putri” dengan cekatan saya menjawab “ust. Mardani ust.” Kyai Mahrus kemudian menjawab “mungkin Mardani tidak tahu” dalam hati saya berkata “masa gak tahu , wong dia mantan kepala biro pengasuhan santri Darunnajah” mendengar jawaban saya tadi kyai Mahrus tidak melanjutkan percakapan dengan saya yang berhubungan dengan tour nya kelas IV. Perlu di ketahui , Mardani atau teman – teman kami menyebutnya dengan panggilan “Gus Dani”adalah menantu dari Kyai Mahrus, dan gus Dani ini adalah tamatan pesantren Madani yang sedang ngetren dengan adanya pemutaran film Negeri Lima Menara.
Dalam hati saya berkata , ini dia inti pelajaran mahfudlot kelas satu dulu yaitu
خير الكلام ما قل و دل
Sebaik-baik ucapan adalah yang sedikit dan mengena tujuan.
Pada saat saya melewati depan gedung koperasi yang megah itu , kulihat dari kejauhan Kyai Mahrus berdiri di depan koperasi dengan mengenakan batik berwarna coklat semakin menambah ketuaan kyai yang sudah mengelola pesantren ini lebih dari setengah abad. Kyai Mahrus berdiri menghadap ke arah lapangan basket sambil mengotak atik Handpon nya. Ketika mengetahui saya datang kearahnya , karena memang untuk kekantor saya , saya harus melewati depan beliau.
Dengan serta merta , beliau memanggil saya “guuus” dengan suara yang berat , kemudian beliau melanjutkan ucapannya “siapa yang mengatur tour kelas IV , kok campur putra putri” dengan cekatan saya menjawab “ust. Mardani ust.” Kyai Mahrus kemudian menjawab “mungkin Mardani tidak tahu” dalam hati saya berkata “masa gak tahu , wong dia mantan kepala biro pengasuhan santri Darunnajah” mendengar jawaban saya tadi kyai Mahrus tidak melanjutkan percakapan dengan saya yang berhubungan dengan tour nya kelas IV. Perlu di ketahui , Mardani atau teman – teman kami menyebutnya dengan panggilan “Gus Dani”adalah menantu dari Kyai Mahrus, dan gus Dani ini adalah tamatan pesantren Madani yang sedang ngetren dengan adanya pemutaran film Negeri Lima Menara.
Dalam hati saya berkata , ini dia inti pelajaran mahfudlot kelas satu dulu yaitu
خير الكلام ما قل و دل
Sebaik-baik ucapan adalah yang sedikit dan mengena tujuan.
Minggu, 01 April 2012
PARLEMEN GILA
Mingu – minggu ini kita banyak menyaksikan tontonan di televise kita . tontonan ini cukup menghibur kita dan cukup membuat kita bisa tertawa. Tertawa bukan karena bahagia karena suatu prestasi , bukan , akan tetapi tertawa karena melihat kebodohan yang di pertontonkan oleh dagelan parlemen kita di Indonesia ini.
Satu bulan terakhir ini, bangsa Indonesia di Hebohkan oleh berita tentang akan naiknya BBM. Berita itu telah menyita sebagian energy bangsa ini , dan membuat banyak dari kita menjadi lupa ingatan akan problema hukum yang membuat gonjang ganjing jagat politik Indonesia. Masalah wisma atlet , masalah Hambalang, masalah pemilukada DKI, masalah intern partai Demokrat dan banyak lagi.
Dalam hati kecil , sebagai orang kecil , saya berfikir , bahwa keadaan ini memang sengaja di buat demikian , untuk mengalihkan perhatian pada masalah krusial tersebut. Dan terbukti , semua media meliput tentang perkembangan makluk BBM ini dari waktu ke waktu. Dan terlupakanlah maslaah hukum ini.
Yang lebih aneh lagi, parlemen adalah perwujudan dari demokrasi, dan demokrasi berarti mengedepankan suaara yang terbanyak , tapi ketika suara satu kelompok kalah , kok malah marah – marah dan merasa suara nya tidak di hargai , dan akibatnya walk out dari ruang siding. Dagelan apa lagi ini. Hal inipun masih berkutat dengan kata-kata “ atas nama rakyat” ala maaaa. Mau apa dan di bawa kemana ini negeri.
Dalam hati pun saya berfikir “ pasti ini juga bagian dari dagelan yang mengatas namakan rakyat “ padahal , kalau di runtut ke belakang , pada saat mereka memegang tampuk kepemimpinan , mereka juga berbuat seperti itu , bahkan menjual asset-aset Negara yang setrategis , seperti Indosat di jual dan asset lainya. Pada saat itupun mereka juga mengatakan dengan lantang “ atas nama rakyat “
Apakah ini yang bernama DEMOCRAZY , betul kali yeeeeee
Satu bulan terakhir ini, bangsa Indonesia di Hebohkan oleh berita tentang akan naiknya BBM. Berita itu telah menyita sebagian energy bangsa ini , dan membuat banyak dari kita menjadi lupa ingatan akan problema hukum yang membuat gonjang ganjing jagat politik Indonesia. Masalah wisma atlet , masalah Hambalang, masalah pemilukada DKI, masalah intern partai Demokrat dan banyak lagi.
Dalam hati kecil , sebagai orang kecil , saya berfikir , bahwa keadaan ini memang sengaja di buat demikian , untuk mengalihkan perhatian pada masalah krusial tersebut. Dan terbukti , semua media meliput tentang perkembangan makluk BBM ini dari waktu ke waktu. Dan terlupakanlah maslaah hukum ini.
Yang lebih aneh lagi, parlemen adalah perwujudan dari demokrasi, dan demokrasi berarti mengedepankan suaara yang terbanyak , tapi ketika suara satu kelompok kalah , kok malah marah – marah dan merasa suara nya tidak di hargai , dan akibatnya walk out dari ruang siding. Dagelan apa lagi ini. Hal inipun masih berkutat dengan kata-kata “ atas nama rakyat” ala maaaa. Mau apa dan di bawa kemana ini negeri.
Dalam hati pun saya berfikir “ pasti ini juga bagian dari dagelan yang mengatas namakan rakyat “ padahal , kalau di runtut ke belakang , pada saat mereka memegang tampuk kepemimpinan , mereka juga berbuat seperti itu , bahkan menjual asset-aset Negara yang setrategis , seperti Indosat di jual dan asset lainya. Pada saat itupun mereka juga mengatakan dengan lantang “ atas nama rakyat “
Apakah ini yang bernama DEMOCRAZY , betul kali yeeeeee
Jumat, 02 Maret 2012
KHUTBAH JUM'AT , BID'AH
KHUTBAH PERTAMA:
إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يا أيها الناس إن خلقناكم من ذكر و أنثي و جعلناكم شعوبا و قبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم إن الله عليم خبير ( الحجرات : 13 )
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …
عباد الله ، فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ
Jama’ah Jum’at yang Dirahmati Allah
Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda sebagaia berikut :
وَشَرُّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
.
“Perkara yang paling buruk adalah ajaran-ajaran baru (dalam Agama) yang dibuat-buat, setiap ajaran baru yang dibuat-buat adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan adalah di neraka.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa`i dan Ibnu Majah).
Bid’ah diambil dari Kata bada’a menunjukkan arti penciptaan sesuatu yang baru yang tidak ada permisalan sebelumnya,
Jika dikatakan, “Si Fulan membuat perkara yang baru (bid’ah).” Maka berarti ia membuat suatu tatanan (cara) yang tidak dibuat oleh orang sebelumnya. Atau kalimat, “Ini adalah perkara yang mengagumkan.” Sebuah ungkapan yang ditujukan untuk sesuatu yang paling baik, yang tidak ada yang lebih baik darinya dan seakan-akan sebelumnya pun tidak ada yang sepertinya atau yang serupa dengannya.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa semua perkara baru dinamakan bid’ah, mengeluarkannya untuk dijadikan tingkah laku (perbuatan) yang bersandar padanya dinamakan perbuatan bid’ah, dan bentuk dari perbuatan tersebut dinamakan bid’ah. Bahkan keilmuan yang dibentuk dari teori dan sisi tersebut dinamakan bid’ah.
Hadirin sidang jumát yang dirahmati Allah.
Timbul sebuah pertanyaan , apakah semua yang ada sekarang , dari kebiasaan , adat istiadat serta hal – hal baru yag belum ada pada zaman Rasulullah , juga dinamakan bidáh , yang berarti hal – hal tersebut ada dalam kesesatan , dan sebagai akibatnya akan berada di dalam neraka ? hal ini merujuk kepada hadits tersebut di atas .
Dalam hal ini Khatib ingin mengutib pendapat ulama yang berbunyi sebagai berikut :
البدعة فى العبادة لا فى العادة
Bidáh itu adanya dalam ibadah bukan dalam adat kebiasaan.
Kebiasaan yang dalam bahasa arab disebut العادة أو العرف , dalam pengertiannya , maka kebiasaan dibagi menjadi dua : yaitu kebiasaan yang baik dan kebiasaan yang rusak atau fasid.
Apa itu adat kebiasan yang baik ?, adat kebiasaan yang baik adalah adat kebiasaan yang sesuai dengan ruh syariát Islam atau aturan syari’at .
Banyak sekali adat kebiasaan yang cocok dengan syariát , seperti memakai kopyah hitam , memberi hadiah kepada perempuan yang di pinang , merayakan Isra’dan mi’raj nabi Muhammad , memperingati maulid Nabi dsb. Hal – hal yang disebutkan tadi adalah ينطبق بالشريعة sesuai dengan syariát.
Dikatakan sesuai dengan syari’at , Sebab , kalau kita lihat , dalam maulid nabi ,umpamanya , maka ada pembacaan al- qurán , ada pembacaan sholawatnya , ada ta’lim nya , ada shodaqohnya , dan hal – hal ini adalah hal – hal yang tidak di larang oleh syariát , sehingga , sah – sah saja bagi siapa saja yang ingin mengadakan perayaan maulid Nabi Muhammad.
Hadirin sidang jumát yang di rahmati Allah.
Ada baiknya kalau kita menyimak fatwa syeh Yusuf Qordowi yang membolehkan perayaan Maulid nabi. Beliau mengatakan sebagai berikut : memperingati kelahiran Rasulullah saw adalah mengingatkan umat Islam terhadap nikmat luar biasa kepada mereka. "Mengingat nikmat Allah adalah sesuatu yang disyariatkan, terpuji dan memang diperintahkan. Allah swt memerintahkan kita untuk mengingat nikmat Allah swt, " ujar Qaradhawi.
Adapun adat kebiasaan yang tidak baik atau yang rusak , maka sangat mudah kita jumpai dan sangat banyak. Seperti ; berjudi , minum khamr , riba , dan banyak sekali perilaku manusia yang juga merupakan kebiasaan rusak , seperti ; tukar cincin dalam pinangan , berpakaian yang membuka aurat , dsb. Maka yang sedemikian itu adalah bidáh dan dilarang oleh syariát. Dan inilah bidáh dholalah .
Adapun dalam ibadah , maka kita tidak boleh menyimpang dari apa yang telah di ajarkan oleh Rasulullah, dalam sholat maka Rasulullah bersabda :
صلوا كما رأيتموني أصلى
Sholatlah kalian sebagimana saya melaksanakan Sholat.
Dalam ibadah haji , maka Rasulullah bersabda :
خذوا عني مناسككم
Ambillah dari saya hal – hal yang berhubungan dengan ibadah ( haji ) kalian
Kenapa demikian , sebab الأصل فى العبادة التحريمdalam Ibadah maka aslinya adalah haram untuk di kerjakan , kecuali yang diajarkan dan di syari’atkan oleh Allah atau Rasulullah.
فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لى و لكم و لسائر المسليمن و المسلمات فاستغفروه إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah yang kedua
إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
اللهم صلى على سيدنا محمد و على آله و أصحابه و من تبعه بإحسان إلى يوم الدين أما بعد
أوصيني نفسي و إياكم بتقو الله و طاعته فقد فاز المتقون
قال تعالى فى كتابه الكريم : اتقوا الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلمون.
Jama’ah Jum’at yang Dirahmati Allah
Kita di ciptakan Allah dalam keadaan berbangsa – bangsa dan bersuku-suku , untuk saling mengenal , untuk saling menghargai , untuk saling menghormati dan saling bantu membantu dalam kebaikan , bukan untuk saling melecehkan , bukan untuk saling menghina , bukan untuk saling menyerang dan bukan pula untuk merendahkan atau di rendahkan , sebab belum kita yang merasa paling benar dalam ibadahnya , pasti akan di terima oleh Allah dan pasti masuk surga , karena yang punya hak prerogative untuk menerima atau menolak ibadah kita hanya Allah semata.
Sidang jum’at yang dirahmati Allah , ada baiknya kalau kita menyimak firman Allah sebagai berikut :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُوْنُوْا خَيْرًا مِنْهُمْ وَ لاَ نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَ لا تَلْمِزُوْا أَنْفُسَكُمْ وَ لاَ تَنَابَزُوا بِالأَلْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإِيمَانِ وَ مَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lainnya, boleh jadi yang diolok-olok lebih baik daripada yang mengolok-olok, dan janganlah kaum wanita mengolok-olok wanita yang lainnya, boleh jadi wanita yang diolok-olok lebih baik daripada wanita yang mengolok-olok, jangan pula mencela diri sendiri, dan janganlah memanggil dengan julukan-julukan ( yang jelek ), sejelek-jelek nama adalah kefasiqan setelah iman, barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” ( Qs. Al-Hujurot : 11 )
إن الله و ملائكته يصلون على النبى ، يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالمَينَ.
عباد الله ، إن الله يأمر بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربى و ينهي عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون.
أقيموا الصلاة
إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يا أيها الناس إن خلقناكم من ذكر و أنثي و جعلناكم شعوبا و قبائل لتعارفوا إن أكرمكم عند الله أتقاكم إن الله عليم خبير ( الحجرات : 13 )
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …
عباد الله ، فَأِنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ
Jama’ah Jum’at yang Dirahmati Allah
Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam, bersabda sebagaia berikut :
وَشَرُّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلُّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
.
“Perkara yang paling buruk adalah ajaran-ajaran baru (dalam Agama) yang dibuat-buat, setiap ajaran baru yang dibuat-buat adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan adalah di neraka.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa`i dan Ibnu Majah).
Bid’ah diambil dari Kata bada’a menunjukkan arti penciptaan sesuatu yang baru yang tidak ada permisalan sebelumnya,
Jika dikatakan, “Si Fulan membuat perkara yang baru (bid’ah).” Maka berarti ia membuat suatu tatanan (cara) yang tidak dibuat oleh orang sebelumnya. Atau kalimat, “Ini adalah perkara yang mengagumkan.” Sebuah ungkapan yang ditujukan untuk sesuatu yang paling baik, yang tidak ada yang lebih baik darinya dan seakan-akan sebelumnya pun tidak ada yang sepertinya atau yang serupa dengannya.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa semua perkara baru dinamakan bid’ah, mengeluarkannya untuk dijadikan tingkah laku (perbuatan) yang bersandar padanya dinamakan perbuatan bid’ah, dan bentuk dari perbuatan tersebut dinamakan bid’ah. Bahkan keilmuan yang dibentuk dari teori dan sisi tersebut dinamakan bid’ah.
Hadirin sidang jumát yang dirahmati Allah.
Timbul sebuah pertanyaan , apakah semua yang ada sekarang , dari kebiasaan , adat istiadat serta hal – hal baru yag belum ada pada zaman Rasulullah , juga dinamakan bidáh , yang berarti hal – hal tersebut ada dalam kesesatan , dan sebagai akibatnya akan berada di dalam neraka ? hal ini merujuk kepada hadits tersebut di atas .
Dalam hal ini Khatib ingin mengutib pendapat ulama yang berbunyi sebagai berikut :
البدعة فى العبادة لا فى العادة
Bidáh itu adanya dalam ibadah bukan dalam adat kebiasaan.
Kebiasaan yang dalam bahasa arab disebut العادة أو العرف , dalam pengertiannya , maka kebiasaan dibagi menjadi dua : yaitu kebiasaan yang baik dan kebiasaan yang rusak atau fasid.
Apa itu adat kebiasan yang baik ?, adat kebiasaan yang baik adalah adat kebiasaan yang sesuai dengan ruh syariát Islam atau aturan syari’at .
Banyak sekali adat kebiasaan yang cocok dengan syariát , seperti memakai kopyah hitam , memberi hadiah kepada perempuan yang di pinang , merayakan Isra’dan mi’raj nabi Muhammad , memperingati maulid Nabi dsb. Hal – hal yang disebutkan tadi adalah ينطبق بالشريعة sesuai dengan syariát.
Dikatakan sesuai dengan syari’at , Sebab , kalau kita lihat , dalam maulid nabi ,umpamanya , maka ada pembacaan al- qurán , ada pembacaan sholawatnya , ada ta’lim nya , ada shodaqohnya , dan hal – hal ini adalah hal – hal yang tidak di larang oleh syariát , sehingga , sah – sah saja bagi siapa saja yang ingin mengadakan perayaan maulid Nabi Muhammad.
Hadirin sidang jumát yang di rahmati Allah.
Ada baiknya kalau kita menyimak fatwa syeh Yusuf Qordowi yang membolehkan perayaan Maulid nabi. Beliau mengatakan sebagai berikut : memperingati kelahiran Rasulullah saw adalah mengingatkan umat Islam terhadap nikmat luar biasa kepada mereka. "Mengingat nikmat Allah adalah sesuatu yang disyariatkan, terpuji dan memang diperintahkan. Allah swt memerintahkan kita untuk mengingat nikmat Allah swt, " ujar Qaradhawi.
Adapun adat kebiasaan yang tidak baik atau yang rusak , maka sangat mudah kita jumpai dan sangat banyak. Seperti ; berjudi , minum khamr , riba , dan banyak sekali perilaku manusia yang juga merupakan kebiasaan rusak , seperti ; tukar cincin dalam pinangan , berpakaian yang membuka aurat , dsb. Maka yang sedemikian itu adalah bidáh dan dilarang oleh syariát. Dan inilah bidáh dholalah .
Adapun dalam ibadah , maka kita tidak boleh menyimpang dari apa yang telah di ajarkan oleh Rasulullah, dalam sholat maka Rasulullah bersabda :
صلوا كما رأيتموني أصلى
Sholatlah kalian sebagimana saya melaksanakan Sholat.
Dalam ibadah haji , maka Rasulullah bersabda :
خذوا عني مناسككم
Ambillah dari saya hal – hal yang berhubungan dengan ibadah ( haji ) kalian
Kenapa demikian , sebab الأصل فى العبادة التحريمdalam Ibadah maka aslinya adalah haram untuk di kerjakan , kecuali yang diajarkan dan di syari’atkan oleh Allah atau Rasulullah.
فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا أَسْتَغْفِرُ اللهَ لى و لكم و لسائر المسليمن و المسلمات فاستغفروه إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ
Khutbah yang kedua
إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
اللهم صلى على سيدنا محمد و على آله و أصحابه و من تبعه بإحسان إلى يوم الدين أما بعد
أوصيني نفسي و إياكم بتقو الله و طاعته فقد فاز المتقون
قال تعالى فى كتابه الكريم : اتقوا الله حق تقاته و لا تموتن إلا و أنتم مسلمون.
Jama’ah Jum’at yang Dirahmati Allah
Kita di ciptakan Allah dalam keadaan berbangsa – bangsa dan bersuku-suku , untuk saling mengenal , untuk saling menghargai , untuk saling menghormati dan saling bantu membantu dalam kebaikan , bukan untuk saling melecehkan , bukan untuk saling menghina , bukan untuk saling menyerang dan bukan pula untuk merendahkan atau di rendahkan , sebab belum kita yang merasa paling benar dalam ibadahnya , pasti akan di terima oleh Allah dan pasti masuk surga , karena yang punya hak prerogative untuk menerima atau menolak ibadah kita hanya Allah semata.
Sidang jum’at yang dirahmati Allah , ada baiknya kalau kita menyimak firman Allah sebagai berikut :
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا لاَ يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُوْنُوْا خَيْرًا مِنْهُمْ وَ لاَ نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَ لا تَلْمِزُوْا أَنْفُسَكُمْ وَ لاَ تَنَابَزُوا بِالأَلْقَابِ بِئْسَ الاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الإِيمَانِ وَ مَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lainnya, boleh jadi yang diolok-olok lebih baik daripada yang mengolok-olok, dan janganlah kaum wanita mengolok-olok wanita yang lainnya, boleh jadi wanita yang diolok-olok lebih baik daripada wanita yang mengolok-olok, jangan pula mencela diri sendiri, dan janganlah memanggil dengan julukan-julukan ( yang jelek ), sejelek-jelek nama adalah kefasiqan setelah iman, barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” ( Qs. Al-Hujurot : 11 )
إن الله و ملائكته يصلون على النبى ، يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه و سلموا تسليما
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سيدنا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سيدنا إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ تَسْلِيمًا كَثِيرًا وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلهِ رَبِّ اْلعَالمَينَ.
عباد الله ، إن الله يأمر بالعدل و الإحسان و إيتاء ذي القربى و ينهي عن الفحشاء و المنكر و البغي يعظكم لعلكم تذكرون.
أقيموا الصلاة
Langganan:
Postingan (Atom)