Rabu, 31 Oktober 2012

HAAAAA KANDANG BURUNGNYAAAAA


Siang itu , para  ustadz dan sebagian santri kelas VI sedang sibuk mengurus hewan –hewan kurban,  karena memang hari itu adalah bertepatan dengan hari ídul Adha. Ada yang sedang menyembelih , ada yang sedang menguliti , ada yang sedang mencincang hewan yang sudah di kuliti , ada yang membagi – bagi daging yang sudah di cincang untuk dapat di salurkan ke para mustahiq , dan juga ada menonton.
                Diantara yang menonton itu ada santri putra dan ada santri putri. Santri putra pada duduk di lantai 2 dan lantai 3 gedung Ibnu Khaldun, sedangkan santri putri duduk dengan rapi di depan gedung Fatahillah 3, sebab kedua gedung itu letaknya berhadap – hadapan, bedanya , gedung Fatalillah tidak bertingkat seperti gedung Ibnu Khaldun.
                Kegiatan menonton penyembelihan dan pengurusan hewan kurban ini menjadi kegiatan yang menarik dan juga kegiatan yang mendidik bagi santri – santri, sebab kegiatan ini juga memberikan informasi tentang cara menyembelih dengan baik, cara menguliti , cara membagi – bagi daging dan sebagainya.
                Disaat kami sedang sibuk menyembelih sapi , dengan tidak kami sadari , terdengar santri – santri putri yang duduk di gedung Fatahillah 3 tertawa dengan kencang , sambil sebagian di antara mereka menutupkan tangannya ke muka , dan menunjuk kan telunjuknya ke suatu arah di gedung Ibnu Khaldun, dan berteriak “ ustadz……ustadz……..hue hue hue sambil ketawa “ dengan sambil menunjukan telunjuk kearah seorang santri. Maka saya pun tergerak untuk menggerakan mata ini mengikuti telunjuk anak putri tadi dan ternyata “ha ha ha haaaaaa, ada anak santri putra yang kandang burung nya kelihatan “ begitu saya menggumam dalam hati. Setelah itu saya pun berteriak “ya akhi , ya akhi , ya akhi “ saya sambil menunjuk kan telunjuk mengarah ke anak tersebut , tapi anak itu tidak merasa dan malah bingung . saya pun berteriak “ kandang burung mu “sambil saya ulangin berkali – kali , baru dia sadar bahwa ada bagian tubuhnya yang mahal terlihat dengan jelas. Maka anak itu pun langsung kabur karena malu.  Hati hati yaaa kalo duduk , biar burunya tidak terbang , ha ha ha 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar