Mingu – minggu ini kita banyak menyaksikan tontonan di televise kita . tontonan ini cukup menghibur kita dan cukup membuat kita bisa tertawa. Tertawa bukan karena bahagia karena suatu prestasi , bukan , akan tetapi tertawa karena melihat kebodohan yang di pertontonkan oleh dagelan parlemen kita di Indonesia ini.
Satu bulan terakhir ini, bangsa Indonesia di Hebohkan oleh berita tentang akan naiknya BBM. Berita itu telah menyita sebagian energy bangsa ini , dan membuat banyak dari kita menjadi lupa ingatan akan problema hukum yang membuat gonjang ganjing jagat politik Indonesia. Masalah wisma atlet , masalah Hambalang, masalah pemilukada DKI, masalah intern partai Demokrat dan banyak lagi.
Dalam hati kecil , sebagai orang kecil , saya berfikir , bahwa keadaan ini memang sengaja di buat demikian , untuk mengalihkan perhatian pada masalah krusial tersebut. Dan terbukti , semua media meliput tentang perkembangan makluk BBM ini dari waktu ke waktu. Dan terlupakanlah maslaah hukum ini.
Yang lebih aneh lagi, parlemen adalah perwujudan dari demokrasi, dan demokrasi berarti mengedepankan suaara yang terbanyak , tapi ketika suara satu kelompok kalah , kok malah marah – marah dan merasa suara nya tidak di hargai , dan akibatnya walk out dari ruang siding. Dagelan apa lagi ini. Hal inipun masih berkutat dengan kata-kata “ atas nama rakyat” ala maaaa. Mau apa dan di bawa kemana ini negeri.
Dalam hati pun saya berfikir “ pasti ini juga bagian dari dagelan yang mengatas namakan rakyat “ padahal , kalau di runtut ke belakang , pada saat mereka memegang tampuk kepemimpinan , mereka juga berbuat seperti itu , bahkan menjual asset-aset Negara yang setrategis , seperti Indosat di jual dan asset lainya. Pada saat itupun mereka juga mengatakan dengan lantang “ atas nama rakyat “
Apakah ini yang bernama DEMOCRAZY , betul kali yeeeeee
Minggu, 01 April 2012
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar