Sabtu, 26 Januari 2013

UNTUK SAHABATKU


Kau yang saya kenal
Sejak  pertama aku berjumpa ,
Maka kau adalah sosok yang sangat tegas
Selalu taat disiplin , kepada siapapun
Bahkan kepada diri sendiri maupun kepada keluarga
Maka tidak heran jika beberapa teman berkata
Kau adalah keras kepala
Kau adalah tidak mau mengalah
Itulah kau yang aku kenal.
Tapi bukan itu , bukan
Mereka salah , merak tidak mengerti
Tapi , kau seperti itu karena ingin menghormati keputusan
Ingin menghormati disiplin , bukan ingin di puji
Tapi biarlah orang memaki, bahkan biarlah orang tidak menyukai
Dan memandang kamu sebagai keras kepala
Itulah kau yang ku kenal
Kau menitikkan air mata saat melihat anak melanggar
Kau menitikkan air mata saat melihat teman berduka
Karena  kau menginginkan kebaikan itu ada pada mereka
Kesalehan itu ada pada mereka
Kebahagiaan itu ada pada mereka
Keberhasilan itu ada pada mereka
Keberkahan itu ada pada mereka
Ketaqwaan itu ada pada mereka
Itulah kau yang aku kenal
Air mata itu tidak terbendung
Saat menginnginkan anak berhasil
Karena Allahh kau bersimpuh
Kepada Nya kau berlabuh
Kepada Nya kau mengadu
Kepada Nya kau menumpahkan
Segala keluh kesah di dada
Segala keinginkan dan asa
Itulah kau yang aku kenal
Untaian dzikir ku dengar lirih
Di telinga yang naif ini
Memuji muji Rabb Mu yang maha Tinggi
Agar mengabulkan segala asa
Yang telah tertanam dalam dada
Itulah kau yang ku kenal
Kiniiii........................
Ujian datang kepadamu
Kau menangis
Mengiba , bukan pada manusia
Tapi pada yang Maha Kuasa
Kau pasrah pada Nya
Kau menundukkan kepala
Meneteskan air mata
Memohon ridho Nya
Dalam segala langkah dan derita
Itulah kau yang ku kenal
Jangan khawatir kawan
Jangan bersedih kawan
Simpan air matamu
Karena kau akan haru
Saat nanti
Menyaksikan keberhasilan
Anak – anak mu dan juga santri – santri mu
Allah maha lapang ,
Maka lapangkan dadamu
Bukalah hatimu
Tengadahkan mukamu
Kepada Rabb mu
Dia pasti mengabulkan
Pintamu yang tulus itu.

( untuk sahabatku Muhibbin , yang mendapatkan musibah karena putrinya Arini Hidayah , di skor di pesantren Darunnajah ke DN 8 , setelah ketahuan dia jalan bareng ke Kendal dengan Ali Shodiqin , yang nota bene nya adalah gurunya Arin , tanpa seizin dan sepengetahuan orang tuanya ( ust. Muhibbin) , adapun Ali di keluarkan dari Pesantren Darunnajah Jakarta )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar