Minggu, 17 Januari 2010

AAAAHHHHH

hari - hariku sekarang di isi dengan kesibukan untuk mengurus anak - anak didik . setiap saat , setiap detik dan begitu seterusnya.

hari - hari ini selalu begitu . kadang aku berseloroh dalam hati , mengasuh anak - anak santri seolah - olah menjadi Istri kedua saya, sedangkan Istri pertama saya yaitu ibunya anak - anak di rumah.

Ibu nya anak - anak saya dan keluarga saya kadang kurang terperhatikan karena kesibukan saya. kedengarannya memang kurang adil , anak - anak saya yang seharusnya mendapatkan perhatian penuh dari saya , kadang harus berbagi dengan kesibukan saya. yang akdang menjadikan saya kasihan adalah ketika saya pulang ke rumah anak - anak dan Istri sudah tertidur pulas. Akhirnya , saya hanya bisa memandangi raut wajah ikhlas dari sosok istri yang selalu menemani ku dan sosok wajah imut lagi lucu dari anak nomor duaku , yaitu Robby Muntaha al- Musthofa, sebab anak pertama saya, yaitu Muhammad Abduh Al- Mustofa sudah masuk asrama ( pesantren ) , sehingga hanya beberpa kali saja tiap harinya ketemu , walaupun saya juga berada di pondok pesantren yang sama dengan anak saya.

Ketika saya keluar rumah , kebetulan rumah saya ada di lingkungan pesantren , maka yang terlintas dalam pikiran adalah bagaimana memperbaiki kekurangan yang ada pada pesantren atau pada santri - santri kami.

ada di antara mereka yang mudah di ingatkan , ada yang cukup dengan pandangan dan berubah , tapi ada yang harus berkali kali hanya untuk merubah sikap dari tidak memakai peci ke memakai pecei setiap menjalankan sholat berjamaah di masjid. ada yang cengeng , ada yang tegar , ada yang masa bodoh dengan keadaan , dan ada yang selalu mengiba minta di beri belas kasihan.

ditempat kami mengajar , sebenarnya yang menjadi andalan adalah bahasa arab dan inggris serta pendidikan leadership, tentunya tidak ketinggalan hal - hal yang bersifat akhlaq , syari'ah , dan tasawuf , karena itu adalah dasar - dasar pendidikan di dalam pesantren.

Rasanya gemes , jika melihat dan mendengar anak - anak yang tidak berdisiplin , baik disiplin bahasa , disiplin lainnya , seperti sholat jamaah , kebersihan , tidur , baca qur'an dan lain- lain, tapi apalah daya , bahwa kerjaan ini tidak cukup untuk hanya di kerjakan sendiri, sebab tidak mungkin sendiri , sementara lain - lain nya hany leha - leha saja. begitu gumamku dalam hati , tapi kalo di pikir pikir , memang begitu adanya, sehinga tawakkal saja lah kepada Allah, sambil berusaha untuk memperbaiki yang kurang baik , dari pada tidak berbuat sama sekali , lebih berbaik berbuat , walau mungkin salah, sebab untuk menjadi bisa , maka biasanya tidak takut salah.


aaahhhhh itulah sekedar uneg uneg.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar