Pendidikan budi pekerja akhir akhir ini menjadi suatu pembicaraan yang hangat di kalangan para pendidik dan para pemerhati pendidikan di tanah air ini.
pembicaraan ini tidak lepas dari kualitas hasil pendidikan yang ada di Indonesia.
Seperti kita ketahui , bahwa pendidikan yang ada di Indoensia ini lebih mengutamakan pendidikan yang hanya ber orientasi pada pendidikan Kognitif semata. walaupun cap atau setempel ini selalu di tolak dan dibantah oleh pihak pemerintah, dan pemerintah selalu mengatakan bahwa yang menentukan lulus atau tidak anak didik itu adalah bukan pemerintah , tetapi guru di sekolah . tapi dalam kenyataan nya , hal tersebut tidak berlaku dan tidak terjadi , sebab tolok ukur yang ada adalah bersifat kuantitatif , jika nilai anak didik kurang dari 5,5 maka anak didik tersebut di pastikan tidak lulus dalam menempuh ujian, sebaliknya , jika nilai lebih dari 5,5 tetapi ada nilai yang dibawah 4 ,maka anak tersebut tidak lulus dalam ujian.
hal - hal tadi mengindikasikan bahwa pendidikan yang ada di Indonesia ini hanya mementingkan nilai - nilai yang bersifat Kognitif semata.
sebagai akibat dari pendidikan yang ber orientasi pada kognitif, maka tidak mengherankan jika dalam perilaku sehari - hari , anak didik kita terlihat seperti orang yang tidak memperhatikan nilai - nilai dan norma - norma , seperti :
1. kurang punya rasa empati
2. kurang mempunyai rasa hormat
3. Kurang mempunyai nilai nilai tata krama
4. anak - anak kurang sabar dalam berusaha
5. ingin serba instan dan serba cepat
6. tidak perduli pada nilai nilai agama
7. dsb masih banyak
maka sudah waktunya untuk merubah paradigma pendidikan yang ada di Indonesia, demi Indonesia di masa depan dan demi anak bangsa
Kita harus ingat , bahwa jika kualitas pendidikan kita sekarang amburadul , maka pada masa sepuluh tahun yang akan datang , atau bahkan mungkin satu generasi kita akan hilang ( lost generation ). dan kita tidak menginginkan itu.
Sabtu, 27 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar