Selasa, 14 Oktober 2008

PENIPUAN DENGAN KEDOK CASTING ( KISAH NYATA)

pada bulan ramadahn 1429 H atau bertepatan dengan tahun 2008 M. terjadi suatu kisah yang menggelikan sekaligus menggusarkan . bagaimana tidak , pada saat orang sibuk beribadah untuk meningkatkan ketakwaan masing - masing individu , ini orang malah sibuk mencari tambahan dana untuk pulang kampung dengan cara menipu dengan berkedok casting untuk tukar fikiran dengan UJ ( ust Jefri Al- Bukhari )

Cerita begini. pada tiga hari sebelum Syawal datanglah seseorang yang bernama kardi ( bukan nama sebenarnya ) ke sebuah kontrakan yang dihuni oleh pasangan keluarga muda dan bertanya :

Kardi ; apa disini ada kontrakan yang kosong .saya mau mengontrak untuk keluarga saya . tanya orang tersebut yang mengenakan pakaian perlente bak seorang publik figur

ada pak . jawab si pengontrak rumah itu, sebut saja namanya Wafa ( bukan nama sebenarnya ) dengan nada menyakinkan kepada kardi

di tengah pembicaraan yang hangat tersebut , berbunyilah telpon seluler pak kardi , dan pak kardi langsung menganggkat terlpon tersebut dan berkata :
ya pak , maaf ini , kami masih cari kontrakakan untuk keluarga saya , suara terputus untuk mendengarkan komentar si penelpon , dan lagi pak kardi menjawab " ok , pak . untuk tugas itu , saya juga sedang berusaha , insayaalllah akan kami usahakan hari bisa kelar dan dapat orangnya ". Pak . wafa hanya bengong saja ketika mendengarkan percakapan lewat HP tanpa tahu apa yang dimaksud oleh si penelpon.

selang beberapa saat , Pak. kardi membuka pembicaraan kembali , " maaf pak, itu tadi telpon dari bos saya yang ada di Studio Indosiar, kebetulan beliau sedang mencari ustadz yang kira - kira bisa untuk di duaetkan dengan ustadz Jefry al- Bukahari dalam acara bincang - bincang di Indosiar"

Pada saat itu dikontrakan pak Wafa sedang ada Mertuanya yang baru saja datang dan berkomentar " Ooooh , kalu begitu , ini saja , menantu saya , dia juga alumni pesantren kok dan mengerti tentang agama , soalnya setelah sekolah di Pesantren , dia juga melanjutkan kualiah di Jurusan Syari'ah , jadi pas "

tapi buru - buru Pak , Wafa nimpalin " gak ah , saya gak cocok dengan yang seperti ini , lagian saya belum punya pengalaman untuk itu "

Mertuanya tidak tinggal diam , dan malah mendesak Pak Wafa untuk menerima tawaran itu , Padahal Pak Kardi belum ada firasat untuk menduetkan UJ dengan pak Wafa.

setelah pikir - pikir panjang , Pak Wafa akhirnya mau menerima tawaran itu.

Setelah itu , Pak Kardi memberitahukan pada Pak Wafa " Ok , pak Kalu begitu , tapi kalu bisa agar menggunakan pakain KOKO yang cupuk baik, dan juga kalu bisa supaya membawa kira - kira 4 orang lagi untuk figuran , dan berangkatnya besok sore jam 16.00"

OK pak. Kardi ; jawab Pak Wafa dengan hati yang berbahagia , sebab akan masuk TV dan bertatap langsung dengan UJ yang selama ini hanya bisa di lihat di layar TV , tapi yang lebih membahagiaankan lagi adalah bisa meningkatkan martabatnya , dan juga tambah dana untuk pulang , sebab per spisode akan di bayar 250 ribu, pikir pak Wafa.


Maka, pada sore hari pak Wafa sibuk untuk mencari pinjaman baju KOKO yang baik , sebab saat itu pak Wafa punya baju Koko yang kurang layak dipakai jika untuk nongol di TV ( pikir pak Wafa ), dan sekaligus mencari peserta untuk figuran 4 orang.

Pada waktu yang dijanjikan , Pak wafa berangkat bersama dengan 4 orang calon figuran dana sekaligus mertua. tentunya dengan Pak Kardi.

di tengah perjalanan , Pak kardi menawar angkutan untuk mengankut mereka ke sebuah Mall yang di janjikan untuk mengadakan casting, dan pada saat itu terjadi percakapan alot antara pak Kardi dengar sopir angkot yang mau mengangkut mereka. dan pada akhirnya terjadi kesepakatan harga , merekapun berangkat ke Mall , yang pak Wafa pun belum pernah ke Mall tersebut, karena kebetulan pak Wafa dan keluraganya tinggal di wilayah jakarta /selatan.


Sesampaianya di Mall , mereka pun turun dan mobil angkot menunggu di tempat parkir , guna mengangkut mereka jika telah selesai casting.

pada saat mereka udah sampai di Mall , merekapun di suruh menunggu di tempat tertentu , dan dengan kecerdikan serta ketenangan pak Kardi , maka pak Kardi mulai melaksanakan akal bulusnya, dengan mengatakan " Bapak - bapak , saya ingin membelikan vocer untuk beberapa HP bapak , tapi jangan sampai ngomong ke Bos saya jika ketemu Bos saya . Anggap saja itu sebuah hadiah kecil dari saya karena ada acara ini , dan bisa melibatkan bapak - bapak pada acara ini " dengan tanpa curiga , maka beberapa orang tersebut langsung menyerahkan HP nya ke Pak Kardi ( mertuanya Pak Wafa dengan HP yang bagus , Pak Wafa sendiri dan dua temannya ) wal hasil HP yang dibawa sama Pak Kardi itu jumlahnya ada 4 buah.


Setelah HP dibawa pakKardi untuk dibelkan vocer , merakapun di suruh menunggu di tempat tersebut. tapi yang aneh , orang tersebut di tunggu sampai dua jam tak kunjung nongol lagi , maka mulailah pak Wafa dan teman - teman mulai usar dan tanda tanya dalam pikirnya " jangan - jangan ini model model baru dalam penipuan " dan betul , samapi malam Pak Kardi tidak nongol , apalagi UJ.

maka mereka pun mendatangi angkot , yang sedianya minta diantar pulang, eeeeee boro boro diantar pulang , malah dapat omelan dan dampratan dari sopir angkot , sebab sopir angkot juga merasa di tipu dengan mereka.


Akhirnya , mereka pulang kerumah dengan membawa setumpuk kemarahan dan kejengkelan. HP satu- satunya hilang , tidak ketemu UJ , capek , ongkos untuk pulang kampung berkurang , diomelin sama sopir angkot , ditambah lagi rasa malu yang tidak karuan.


itulah sepenggalkisah untuk di renungkan dan berhati - hati bagi para teman - teman yang sempat membaca kisah menyedihkan dari teman saya ini.

moga manfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar